Friday, December 12, 2025
HomeBursaPengamat: Respon Cepat Pemerintah Dorong Peningkatan IHSG

Pengamat: Respon Cepat Pemerintah Dorong Peningkatan IHSG

- Advertisement -
- Advertisement -

Pengamat Ekonomi dan Perbankan Binus University, Doddy Ariefianto, menilai bahwa langkah cepat yang diambil pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu faktor positif yang memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini. Respons yang cepat terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjadi salah satu bentuk tindakan yang diapresiasi. Langkah-langkah lain seperti dorongan terhadap industrialisasi berbasis hilirisasi dan penguatan diplomasi ekonomi dengan negara-negara mitra, memberikan sinyal positif bahwa ekonomi Indonesia akan terus berkembang di tengah ketidakpastian global.

Pada sisi lain, meskipun mengakui adanya ketidakpastian dalam kondisi ekonomi saat ini, terutama dipengaruhi oleh sikap tidak terduga dari Presiden AS Trump dan keberanian China yang agresif, Doddy menekankan pentingnya koordinasi yang intensif antara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menghadapi kemungkinan gejolak pasar. Pentingnya komunikasi yang intensif dengan pasar juga disorot sebagai kunci untuk menjaga stabilitas dan memperkuat penguatan IHSG.

Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, IHSG terus mencatatkan kenaikan, seperti kenaikan 4,79 persen pada Kamis, 0,13 persen pada Jumat, 1,70 persen pada Senin, dan 1,15 persen pada Selasa. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia sedang mengalami tren positif. Selain itu, IHSG juga telah kembali menguat ke level 6.441,68 pada penutupan Selasa, menunjukkan kenaikan sekitar 8 persen dari level pembukaan setelah libur panjang Lebaran sebelumnya. Langkah selanjutnya diharapkan adalah berbagai pihak terkait, termasuk Presiden, Gubernur BI, dan Kepala OJK, untuk tetap mempertahankan komunikasi dan koordinasi yang intensif guna menjaga stabilitas pasar dan penguatan IHSG di masa mendatang.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer