Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada puluhan pelaku tawuran agar mereka mendapatkan pekerjaan yang layak dan tidak lagi terlibat dalam tawuran. Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan, menekankan pentingnya komitmen dari para peserta untuk menyelesaikan pelatihan dengan baik. Dia juga menyampaikan bahwa ada 400 peserta yang mengikuti Program Pelatihan Kerja Reguler Angkatan II, dengan sebagian di antaranya adalah mantan pelaku tawuran. Teguh menegaskan bahwa peserta yang terlibat tawuran sebaiknya mengikuti pelatihan kerja untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di dunia kerja.
Pada pelatihan ini, terdapat berbagai kejuruan seperti pariwisata, bisnis manajemen, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tata kecantikan, bahasa, elektronik, otomotif, dan lain sebagainya dengan durasi pelatihan antara 20-70 hari. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu mengendalikan tawuran yang sering terjadi di wilayah Jakarta Timur, terutama di Kelurahan Cipinang Besar Utara dan Klender. Teguh juga mengajak para pelaku tawuran untuk mengikuti pelatihan di angkatan berikutnya dan menekankan pentingnya komitmen dalam menyelesaikan seluruh tahap pelatihan. Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memiliki motivasi untuk berubah dan terlibat dalam kegiatan yang positif untuk masa depan yang lebih baik.








