Hewan peliharaan Anda, baik itu anjing atau kucing, tidak sepenuhnya aman dari rabies, demikian para ahli menjelaskan. Rabies adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf mamalia, termasuk manusia dan hewan-hewan kesayangan seperti anjing, kucing, dan ferret. Virus ini menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi, umumnya melalui gigitan atau cakaran. Rabies bisa ditemukan dalam air liur hingga beberapa hari sebelum gejala muncul, sehingga hewan yang tampak sehat pun bisa menjadi penyebar virus rabies.
Para ahli menekankan bahwa rabies merupakan ancaman serius, terutama di wilayah Asia dan Afrika, dan anjing sering kali menjadi penyebab utama penularan rabies dari hewan ke manusia. Gejala rabies pada hewan peliharaan umumnya termasuk perubahan perilaku, gelisah, kesulitan menelan, kejang, kelumpuhan, dan akhirnya kematian. Rabies hampir selalu berakhir fatal setelah gejala klinis muncul.
Untuk mencegah rabies, vaksinasi dan pengawasan yang tepat sangat penting. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko rabies pada hewan peliharaan dapat diminimalkan secara signifikan. Penting juga untuk menghindari interaksi antara hewan peliharaan dengan hewan liar seperti kelelawar, rakun, atau rubah. Jika ada gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. Rabaies adalah penyakit yang dapat dicegah, asalkan langkah-langkah pencegahan yang tepat diterapkan.








