Friday, December 12, 2025
HomeFinansialModal Asing Keluar Bersih Rp11,96 Triliun: Analisis 14-16 April 2025

Modal Asing Keluar Bersih Rp11,96 Triliun: Analisis 14-16 April 2025

- Advertisement -
- Advertisement -

Pada pekan ketiga bulan ini, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp11,96 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut terdiri atas modal asing keluar bersih di pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp13,01 triliun dan Rp2,24 triliun. Selanjutnya, terdapat modal asing masuk bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,28 triliun, sehingga total modal asing keluar bersih adalah Rp11,96 triliun. Hingga 16 April 2025, data setelmen menunjukkan modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp36,86 triliun dan Rp7,94 triliun, sementara modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp9,63 triliun.

Selain itu, premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia dalam 5 tahun tercatat turun dari 111,73 basis point (bps) per 11 April 2025 menjadi 106,39 bps per 16 April 2025. Terkait nilai tukar rupiah, pada tanggal 17 April 2025, rupiah dibuka sedikit menguat di level Rp16.810 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.820 per dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) melemah ke level 99,38 pada akhir perdagangan Rabu, 16 April 2025.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun stabil di level 6,93 persen pada tanggal 17 April 2025, sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,277 persen pada akhir perdagangan Rabu, 16 April 2025. Ramdan menjelaskan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Ini merupakan perkembangan terkini terkait aliran modal asing dan kondisi pasar keuangan domestik yang tercatat hingga pekan ketiga bulan ini, memberikan gambaran tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer