Saturday, May 16, 2026
HomeLintas KotaIni Dia Peringatan Penting Pakar untuk Jamaah Haji dan Umrah tentang Infeksi...

Ini Dia Peringatan Penting Pakar untuk Jamaah Haji dan Umrah tentang Infeksi Paru

- Advertisement -
- Advertisement -

Waspada Infeksi Paru, Pakar Ingatkan Jamaah Haji dan Umrah Tak Anggap Remeh ISPA hingga Pneumonia

Jamaah calon haji dan umrah asal Jakarta diminta tidak menyepelekan risiko infeksi paru saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Profesor Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa gangguan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia masih menjadi ancaman kesehatan yang kerap muncul pada jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kerumunan dan Kelelahan Jadi Pemicu

Menurut Tjandra, kondisi di lapangan membuat jamaah lebih mudah terpapar penyakit pernapasan. Kerumunan orang dalam jumlah besar, debu, polusi udara, serta menurunnya daya tahan tubuh akibat aktivitas fisik yang padat dan kelelahan menjadi faktor yang meningkatkan risiko infeksi paru. Selain penyakit infeksi, jamaah juga diminta mewaspadai gangguan paru yang tidak menular, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

MERS CoV dan Pentingnya Pencegahan

Ia juga mengingatkan adanya penyakit khusus yang perlu diantisipasi, yakni MERS CoV. Penyakit ini disebut berasal dari jazirah Arab dan dapat ditularkan melalui unta berpunuk satu. Karena itu, kewaspadaan jamaah tidak cukup hanya pada kelelahan fisik, tetapi juga pada potensi paparan penyakit yang bisa muncul selama perjalanan ibadah berlangsung.

Peran Medis dan Disiplin Jamaah

Tjandra menekankan bahwa pengetahuan serta kemampuan dokter dan petugas kesehatan dalam menangani kesehatan paru jamaah sangat menentukan upaya pengendalian masalah ini. Namun, ia menilai pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga medis. Jamaah juga perlu menjaga pola hidup sehat, memakai masker, dan melengkapi vaksinasi agar perlindungan terhadap infeksi paru lebih kuat.

DKI Jakarta Siapkan Pelayanan Haji 2025

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H atau 2025. Dengan arahan Menteri Agama dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, DKI Jakarta bertekad menghadirkan pelayanan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya bagi jamaah calon haji dan umrah.

Arah persiapan ini sekaligus menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah bukan hanya soal keberangkatan, tetapi juga soal kesiapan kesehatan jamaah sejak sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air.

Berita Terkait

Berita Populer