Wednesday, December 10, 2025
HomeBisnisStrategi Kementan untuk Stabilkan Harga Telur Peternak

Strategi Kementan untuk Stabilkan Harga Telur Peternak

- Advertisement -
- Advertisement -

Kementerian Pertanian (Kementan) telah memastikan penguatan serapan dan stabilisasi harga telur ayam ras di tingkat peternak melalui kerja sama lintas sektor yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan komitmen Kementan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional, terutama pada produksi telur ayam ras.

Tahun 2025 Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai produsen telur terbesar di dunia setelah China dan Jepang, dengan potensi produksi mencapai 6,52 juta ton atau setara dengan 104,17 miliar butir telur. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas peternak yang diakibatkan oleh performa genetik ayam ras petelur, serta pemanfaatan teknologi kandang tertutup yang semakin canggih.

Kementan terus mendorong program unggulan seperti Ayam Merah Putih yang mengembangkan klaster peternakan ayam di tingkat desa untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan kebutuhan nasional mencapai 6,22 juta ton, Indonesia mengalami potensi surplus sebesar 295 ribu ton atau 4,5 persen, yang menjadi kesempatan strategis untuk memperluas program MBG, memperkuat peran UMKM peternakan, dan meningkatkan distribusi telur antarwilayah.

Kementan terus memantau pasar dengan pendekatan kolaboratif dan responsif untuk menghadapi fluktuasi harga pasca-Lebaran, yang disebabkan oleh penurunan permintaan. Langkah-langkah cepat seperti mengawasi peredaran telur fertil dan infertil serta mendorong intervensi dari perusahaan pakan untuk mendukung peternak UMKM dilakukan guna menjaga stabilitas harga.

Peran kekompakan peternak rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga telur. Kementan mengimbau peternak, khususnya peternak layer mandiri, untuk tidak melakukan panic selling sehingga harga tetap stabil di pasar. Dengan sinergi antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha, sektor unggas nasional diharapkan dapat terus tumbuh sebagai pilar ketahanan pangan Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer