Sunday, March 15, 2026
HomeFinansialPrediksi Penguatan Rupiah Melalui Rencana Dialog AS-China

Prediksi Penguatan Rupiah Melalui Rencana Dialog AS-China

- Advertisement -
- Advertisement -

Mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan menguat sebagai dampak dari rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait kebijakan tarif. Pernyataan Menkeu AS besent mengenai potensi kesepakatan dengan China dalam waktu dekat turut mempengaruhi proyeksi ini. AS telah memberlakukan tarif hingga 245 persen terhadap barang-barang China, mencakup berbagai kategori tarif yang berbeda. Di sisi lain, China juga memberlakukan tarif impor sebesar 125 persen untuk barang-barang AS. Presiden AS, Trump, memberikan indikasi bahwa tarif China tidak akan berada pada titik ekstrim, namun juga tidak akan dihapus sepenuhnya.

Kaitannya dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sentimen risk on yang muncul setelah Trump mengkonfirmasi tidak akan memecat Gubernur Federal Reserve Jerome Powell diyakini akan memberikan dampak positif terhadap rupiah. Trump mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap Powell, terutama setelah pernyataan suram Gubernur The Fed terkait prospek ekonomi sebagai respons terhadap kebijakan tarif besar-besaran Trump. Dengan berbagai pernyataan kontroversial yang muncul terkait hubungan antara Trump dan Powell, kurs rupiah diperkirakan akan berkisar antara Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Meskipun pada pembukaan perdagangan hari Rabu terjadi pelemahan nilai tukar rupiah, namun proyeksi kurs rupiah masih tetap optimis dalam jangka waktu yang akan datang. Berbagai faktor baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian investor dan pelaku pasar. Maka, perkembangan lebih lanjut terkait kondisi ekonomi global dan berbagai kebijakan yang diterapkan oleh AS dan China akan terus menjadi sorotan dalam menentukan arah nilai tukar rupiah ke depannya.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer