CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Danantara akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memastikan visi dan misi yang selaras dengan Danantara dan BUMN lainnya. Evaluasi ini dilakukan sebagai respons terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utama dari evaluasi adalah meningkatkan imbal hasil investasi sesuai dengan harapan Presiden, namun dengan tetap menjunjung prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) seperti akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan.
Selain itu, Rosan juga menekankan pentingnya pengelolaan yang bersih, kompeten, serta komitmen Danantara Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tanpa toleransi terhadap korupsi. Dalam konteks ini, Danantara Indonesia berencana mengelola aset kelolaan hingga mencapai 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Aset kelolaan sekarang mencapai 982 miliar dolar AS dengan tambahan aset kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) senilai lebih dari 25 miliar dolar AS yang akan digabungkan ke dalam Danantara.
Dengan aset yang dimiliki, Danantara Indonesia merencanakan strategi agar aset tersebut menjadi produktif dan menghasilkan return of investment serta return of asset yang positif. Semua perencanaan dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa aset tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal. Melalui transparansi, akuntabilitas, dan kinerja yang baik, Danantara berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik serta agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


