Saturday, May 16, 2026
HomeEkonomiPenemu Pembayaran Kode QR Dikritik AS: Inilah Sosoknya

Penemu Pembayaran Kode QR Dikritik AS: Inilah Sosoknya

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA — Di tengah sorotan terhadap kebijakan pembayaran digital Indonesia, nama QR Code kembali ikut disebut. Sistem yang kini menjadi fondasi QRIS di Tanah Air itu belakangan mendapat kritik dari Amerika Serikat karena dinilai berpotensi membatasi ruang gerak perusahaan asing di pasar pembayaran digital Indonesia. Di balik teknologi yang kini akrab dipakai untuk transaksi harian tersebut, ada sosok penting yang merancang cikal bakalnya sejak puluhan tahun lalu: Masahiro Hara.

Masahiro Hara, sosok di balik QR Code

Masahiro Hara dikenal sebagai penemu sistem QR Code atau Quick Response Code. Pada 1994, saat bekerja di Denso Wave, anak perusahaan Toyota, ia mengembangkan teknologi ini bukan untuk pembayaran, melainkan untuk membantu pelacakan suku cadang mobil agar lebih efisien. Dari kebutuhan industri itulah QR Code lahir dan kemudian berkembang jauh melampaui tujuan awalnya.

Keunggulan QR Code terletak pada kemampuannya dibaca dari berbagai arah, lebih tahan terhadap kerusakan, serta mampu menyimpan data lebih besar dibandingkan barcode biasa. Karakter inilah yang membuatnya cepat diadopsi di banyak sektor, termasuk transaksi digital.

Dari pabrik mobil ke transaksi sehari-hari

Perjalanan QR Code menunjukkan bagaimana teknologi industri bisa berubah menjadi alat yang dipakai jutaan orang setiap hari. Kini, kode tersebut menjadi bagian penting dalam ekosistem pembayaran digital, termasuk melalui QRIS yang digunakan luas di Indonesia. Praktis, cepat, dan mudah diakses, sistem ini membuat transaksi non-tunai semakin sederhana di berbagai lapisan masyarakat.

Namun, justru karena penggunaannya yang semakin dominan, kebijakan seperti QRIS dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ikut menjadi perhatian pihak luar. Pemerintah AS menilai kebijakan tersebut berpotensi menghambat akses perusahaan asing dalam bisnis pembayaran digital di Indonesia dan dianggap tidak sejalan dengan prinsip perdagangan bebas.

Teknologi sederhana yang berdampak besar

Dari sebuah solusi teknis untuk industri otomotif, QR Code kini menjadi salah satu simbol perubahan cara orang bertransaksi. Nama Masahiro Hara mungkin tidak selalu disebut setiap kali seseorang memindai kode untuk membayar, tetapi temuannya telah membentuk kebiasaan baru dalam ekonomi digital modern. Di Indonesia, dampaknya terasa langsung lewat QRIS yang terus meluas penggunaannya, sekaligus memicu perdebatan baru di level kebijakan.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer