Indonesia tak menyerah begitu saja saat berhadapan dengan Korea Selatan di Piala Sudirman. Lewat perjuangan panjang Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri, Merah Putih akhirnya memaksa laga berakhir imbang 2-2 dalam duel ganda putra yang berlangsung di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China.
Bagas/Fikri Menang Tipis di Laga Penentu
Bagas/Fikri tampil dalam pertandingan yang benar-benar menguras tenaga saat melawan Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Setelah saling kejar angka, pasangan Indonesia itu menutup laga dengan kemenangan rubber game 21-18, 13-21, 25-23. Hasil tersebut menjadi poin penting yang menjaga asa Indonesia tetap hidup di tengah tekanan Korea Selatan.
Fikri mengaku bersyukur bisa menyumbang angka untuk tim. Sementara itu, Bagas menilai lawan yang mereka hadapi punya kualitas tinggi, tetapi ia dan Fikri memilih tetap fokus pada pola permainan sendiri. Dalam situasi seperti itu, ketenangan disebut menjadi pembeda yang sangat menentukan.
Chemistry dan Dukungan Tim Jadi Modal Utama
Selain teknik, komunikasi yang solid di antara Bagas dan Fikri ikut berperan besar dalam kemenangan ini. Keduanya disebut masih memiliki chemistry yang terjaga, baik saat bertanding maupun di luar lapangan. Kekompakan itu terlihat dari cara mereka saling mengisi ketika reli-reli panjang memaksa konsentrasi berada di titik maksimal.
Dukungan dari rekan-rekan setim juga memberi energi tambahan. Di tengah pertandingan yang berjalan ketat, semangat dari bangku cadangan membantu menjaga ritme permainan Indonesia tetap stabil.
Indonesia Sempat Tertinggal sebelum Bangkit
Sebelumnya, Indonesia sempat tertinggal setelah Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah di nomor ganda campuran. Namun, Alwi Farhan berhasil menyamakan kedudukan lewat kemenangan di tunggal putra. Di sisi lain, Putri Kusuma Wardani mengakui ketangguhan lawan saat tampil di tunggal putri.
Rangkaian hasil itu membuat duel Indonesia kontra Korea Selatan berjalan ketat sejak awal. Namun, kemenangan Bagas/Fikri menjadi penegas bahwa tim Indonesia masih punya daya saing kuat, terutama saat pertandingan masuk ke fase paling menegangkan.
Source link


