Monday, March 9, 2026
HomeTeknoApa Itu Worldcoin dari World App dan Risikonya?

Apa Itu Worldcoin dari World App dan Risikonya?

- Advertisement -
- Advertisement -

Aplikasi World App dan token digital Worldcoin (WLD) sedang menjadi perbincangan di publik global, termasuk Indonesia. Kepopulerannya semakin meningkat karena imbalan finansial hingga Rp800 ribu bagi mereka yang bersedia melakukan pemindaian biometrik mata melalui perangkat Orb. World App adalah dompet digital resmi pertama dari ekosistem Worldcoin yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Tools for Humanity (TFH), didirikan oleh Sam Altman, Alex Blania, dan Max Novendstern. Tujuan platform ini adalah untuk membangun jaringan ekonomi digital global berbasis identitas manusia yang terverifikasi. Dengan menggunakan World App, pengguna dapat menyimpan World ID, menggunakan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, serta mengakses Mini Apps. Pengguna juga bisa mendapatkan token Worldcoin secara gratis setelah verifikasi identitas menggunakan pemindaian iris di pusat-pusat Orb di lebih dari 35 negara.

Ekosistem World terdiri dari empat komponen utama: World ID, World App, Worldcoin (WLD), dan World Chain. World ID adalah identitas digital berbasis biometrik yang menunjukkan bahwa seseorang adalah manusia nyata. World App adalah aplikasi dompet kripto yang memungkinkan pengguna mengatur World ID dan aset digital, serta mengakses fitur lainnya. Worldcoin (WLD) adalah token digital asli World yang bisa diklaim oleh pengguna yang telah diverifikasi. Sedangkan, World Chain adalah blockchain human-first yang mendukung perluasan jaringan World di seluruh dunia. Data iris yang diperoleh dari pemindaian mata dengan Orb dikonversi menjadi kode unik bernama IrisHash dan disimpan secara anonim di jaringan blockchain World.

Meskipun Worldcoin menawarkan teknologi canggih dan perlindungan data tinggi, kekhawatiran privasi masih timbul. Penggunaan data biometrik, seperti iris, dianggap membawa risiko lebih besar dibandingkan kata sandi karena bersifat permanen. Ancaman kebocoran data biometrik juga nyata, seperti kasus peretasan terhadap data sidik jari pegawai pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2015.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) telah membekukan aktivitas Worldcoin setelah menerima laporan aktivitas mencurigakan dari masyarakat. Perusahaan juga mencari kejelasan mengenai persyaratan izin dan lisensi yang berlaku di Indonesia. Meskipun Worldcoin menawarkan potensi besar dalam ekonomi digital global, tantangan besar masih ada, terutama dalam hal perlindungan privasi dan regulasi yang ketat. Masyarakat perlu memahami manfaat dan risiko yang terlibat sebelum berpartisipasi dalam sistem yang melibatkan data biometrik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer