Pemerintah Provinsi Bengkulu memutuskan untuk memperketat akses wisata ke destinasi Pulau Tikus Kota Bengkulu setelah kejadian kapal wisata yang karam akibat gelombang laut pada Minggu, 11 Mei 2025. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terjadi musibah serupa di masa depan. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan sistem keamanan destinasi wisata.
Helmi Hasan menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi dan memastikan agar kejadian tragis ini tidak terulang. Belasungkawa disampaikan kepada korban dan keluarga, sambil mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan mereka. Kapal yang mengalami kecelakaan mengangkut 104 penumpang, di mana sebagian selamat dan sebagian lainnya harus dirawat intensif di rumah sakit. Kondisi cuaca buruk diduga menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal wisata di perairan Malabero.
Peristiwa naas ini terjadi ketika kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus ke Kota Bengkulu. Mesin kapal mati di tengah laut, diikuti oleh hempasan ombak yang menyebabkan kebocoran hingga tenggelamnya kapal. Insiden ini menimbulkan duka mendalam dan perhatian penuh dari berbagai pihak terhadap keselamatan wisatawan dan peningkatan sistem keamanan dalam sektor pariwisata.


