Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menekankan bahwa jika PAM Jaya berniat untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana, maka perlu memenuhi berbagai persyaratan dan langkah yang penting. Kenneth menekankan betapa krusialnya aspek-aspek seperti regulasi, tata kelola, dan reaksi publik terhadap sektor pelayanan air bersih.
Dia mendukung pendekatan yang hati-hati seperti yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, untuk tidak tergesa-gesa dalam menjalankan IPO. Kendati demikian, Kenneth menyarankan agar Direksi PAM Jaya mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan selain IPO, seperti obligasi daerah.
Kenalan akrab Kent mengakui adanya keluhan dari masyarakat Jakarta terkait buruknya pelayanan air oleh PAM Jaya. Ia menyoroti permasalahan di Jakarta Barat yang seringkali mengalami gangguan pasokan air. Menurut Kent, untuk meraih IPO, PAM Jaya perlu meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan.
Ia menekankan bahwa aspek layanan air bersih PAM Jaya yang belum mencapai 100 persen juga perlu diperhatikan. Tarif air dan keseimbangan antara biaya operasional, subsidi, dan akses bagi masyarakat miskin juga disoroti sebagai tantangan. Kent menyimpulkan bahwa meskipun IPO sebagai pilihan, pelayanan publik tetap harus menjadi fokus utama.
Perbaiki Aspek PAM Jaya untuk IPO yang Lancar
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait


