Mendorong program 3 juta rumah tak cukup hanya bertumpu pada anggaran negara. Di tengah kebutuhan hunian yang besar, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meminta dunia usaha ikut mengambil peran lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Menurutnya, skema ini bisa menjadi penopang penting agar target program Prabowo-Gibran tetap berjalan, terutama karena APBN dinilai tidak akan mampu menutup seluruh kebutuhan pembiayaan.
Swasta Didorong Masuk ke Program Perumahan
Maruarar menekankan bahwa partisipasi pelaku usaha bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari solusi untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat. Dengan kebutuhan hunian yang terus meningkat, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dipandang lebih realistis dibanding hanya mengandalkan belanja negara.
Sejumlah perusahaan pun disebut sudah lebih dulu menunjukkan dukungan. PT Harum Energy, Agung Sedayu Group, dan Salim Group dikabarkan telah mengalokasikan dana CSR untuk pembangunan rumah di beberapa daerah. Langkah ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa program perumahan skala besar masih bisa digerakkan lewat kerja sama lintas sektor.
CSR Jadi Jalan Tengah untuk Target Besar
Program 3 juta rumah memang membutuhkan sumber daya yang tidak kecil. Karena itu, pemanfaatan CSR dinilai dapat menjadi jalan tengah agar pembangunan rumah subsidi lebih merata dan tidak tersendat di tengah keterbatasan fiskal. Skema ini juga membuka ruang bagi perusahaan untuk terlibat langsung dalam agenda sosial yang dampaknya dirasakan masyarakat luas.
Di sisi lain, keterlibatan para pengusaha menunjukkan bahwa urusan perumahan bukan hanya persoalan pemerintah semata. Ketika dunia usaha ikut turun tangan, peluang untuk memperluas akses hunian bagi warga berpenghasilan rendah menjadi lebih besar. Dukungan seperti ini kini menjadi salah satu penentu apakah ambisi pembangunan rumah dalam skala besar bisa benar-benar terwujud.
Source link


