Saturday, May 16, 2026
HomeLintas KotaUpaya Kepulauan Seribu Tekan Penyebaran TBC

Upaya Kepulauan Seribu Tekan Penyebaran TBC

- Advertisement -
- Advertisement -

Kepulauan Seribu memperketat langkah pencegahan untuk menahan laju penularan Tuberkulosis (TBC) di wilayah kepulauan itu. Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Seribu kini memusatkan perhatian pada deteksi dini, pelacakan kontak, hingga penguatan pengawasan pengobatan agar kasus baru tidak terus bermunculan di tengah masyarakat.

Pelacakan Kontak Jadi Pintu Awal Pengendalian

Salah satu langkah utama yang dijalankan adalah investigasi terhadap setiap kasus TBC yang ditemukan. Dalam pelaksanaannya, petugas menelusuri minimal delapan kontak pada tiap kasus untuk mencari kemungkinan penularan di lingkungan terdekat. Penanggungjawab (PJ) Program TBC bersama kader kesehatan turun langsung melakukan investigasi kontak serumah dan kontak erat, baik untuk menemukan terduga TBC maupun kasus yang belum terdeteksi.

Jika ada kontak yang memenuhi kriteria, terapi pencegahan TBC diberikan sesuai petunjuk teknis. Langkah ini ditempatkan sebagai benteng awal agar penularan tidak meluas ke anggota keluarga atau orang-orang yang sering berinteraksi dengan pasien.

Peran Kader, Puskesmas, dan RT/RW Diperkuat

Pengendalian TBC di Kepulauan Seribu tidak hanya bertumpu pada tenaga kesehatan. Kader kesehatan, puskesmas, serta RT/RW ikut dilibatkan karena mereka berada paling dekat dengan warga dan dapat membantu mempercepat penemuan kasus. Di tingkat keluarga, pembentukan Pengawas Minum Obat (PMO) juga dilakukan untuk memastikan pasien TBC benar-benar menjalani pengobatan sesuai dosis dan jadwal yang telah ditentukan.

Selain pengawasan obat, petugas juga menggelar skrining, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya bukan sekadar memberi pemahaman dasar tentang TBC, tetapi juga menekan stigma negatif yang kerap membuat warga enggan memeriksakan diri atau terbuka soal kondisi kesehatannya.

ACF dan Portable X-Ray untuk Temukan Kasus Tersembunyi

Untuk menjangkau kasus yang belum terdeteksi, Suku Dinas Kesehatan juga menjalankan active case finding (ACF) TBC dengan memanfaatkan portable x-ray. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Poltekkes dan melibatkan petugas puskesmas, petugas Poltekkes, Sudinkes, serta kader kesehatan. Pola ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemeriksaan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses.

Di sisi lain, penguatan komitmen dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan agar pengendalian TBC berjalan seragam dari tingkat kabupaten hingga kelurahan. Seluruh rangkaian upaya tersebut telah masuk dalam Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta Nomor 128 Tahun 2024 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, serta pembentukan Kampung Siaga TBC melalui SK Lurah tahun 2024.

Dengan pemetaan yang lebih akurat dan jejaring pengawasan yang lebih rapat, pemerintah daerah berharap angka penyebaran TBC di Kepulauan Seribu bisa ditekan sejak dari sumber penularannya.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer