Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan nada positif setelah dorongan kuat datang dari saham-saham sektor barang baku. Pada Jumat sore, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu naik 47,18 poin atau 0,66 persen ke level 7.214,16. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga menguat 1,53 poin atau 0,19 persen menjadi 816,54.
Barang baku jadi penopang utama
Penguatan IHSG kali ini tidak lepas dari pergerakan sektor basic materials yang tampil paling menonjol di antara sektor lainnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai sentimen domestik ikut membantu laju indeks, terutama setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan dari 5,75 persen menjadi 5,50 persen.
Keputusan tersebut memberi sinyal bahwa pasar masih mendapat ruang untuk merespons arah kebijakan moneter yang lebih longgar. Di tengah kondisi itu, saham-saham terkait bahan baku menjadi motor utama yang menjaga IHSG tetap bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan.
Sentimen global ikut mengangkat pasar
Dari luar negeri, pasar juga mendapat dukungan dari kabar revisi proyeksi ekonomi China. Morgan Stanley menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB China untuk 2025 dan 2026. Selain itu, meredanya ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) turut memperbaiki sentimen investor.
Ekspektasi terhadap stimulus fiskal untuk pembangunan infrastruktur juga menambah optimisme. Di saat yang sama, otoritas keuangan China disebut telah mengusulkan langkah stimulus baru untuk membantu usaha kecil dan mikro di sektor pertanian, yang memperkuat keyakinan bahwa perekonomian Negeri Tirai Bambu masih akan dijaga melalui dukungan kebijakan.
Hampir semua penguatan datang dari sektor tertentu
Secara sektoral, IHSG mencatat kenaikan di tujuh sektor. Sektor barang baku membukukan lonjakan paling tinggi, yakni 3,23 persen. Setelah itu, sektor transportasi dan logistik serta sektor industri juga ikut menopang penguatan indeks.
IHSG dibuka menguat dan tidak sempat keluar dari area positif hingga penutupan perdagangan. Kombinasi sentimen domestik dan global membuat pasar bergerak lebih percaya diri, sekaligus menunjukkan bahwa sektor-sektor tertentu masih menjadi tumpuan utama saat investor mencari arah di tengah perubahan kebijakan dan prospek ekonomi yang membaik.
Source link


