Wednesday, May 20, 2026
HomeBursaInvestor Pasar Modal Sumut Tumbuh 9,82%: Analisis OJK

Investor Pasar Modal Sumut Tumbuh 9,82%: Analisis OJK

- Advertisement -
- Advertisement -

Minat masyarakat Sumatera Utara terhadap pasar modal terus bergerak naik. Sepanjang periode terbaru, jumlah investor di daerah ini tercatat tumbuh 9,82 persen secara tahunan, menandakan partisipasi publik dalam instrumen keuangan makin meluas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu.

Akses Lebih Mudah, Informasi Lebih Cepat

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menyebut pertumbuhan tersebut tidak lepas dari semakin mudahnya akses ke produk pasar modal serta derasnya arus informasi keuangan yang kini ditopang perkembangan teknologi. Kondisi ini membuat masyarakat lebih cepat mengenal pilihan investasi dan lebih berani masuk ke instrumen yang sebelumnya dianggap rumit.

OJK juga mencatat bahwa reksadana masih menjadi produk yang paling diminati investor di Sumut. Penjualan reksadana mencapai Rp1,51 triliun, dengan lonjakan pertumbuhan 245,94 persen year on year. Angka ini menunjukkan bahwa produk berisiko relatif lebih terukur tetap menjadi pintu masuk utama bagi banyak investor ritel.

Saham Ikut Menguat, Transaksi Capai Rp37,72 Triliun

Selain reksadana, minat terhadap saham juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan rekening saham di Sumatera Utara menjadi yang tertinggi, yakni 20,89 persen year on year. Hingga Maret 2025, nilai transaksi saham di provinsi ini sudah menembus Rp37,72 triliun, memperlihatkan aktivitas perdagangan yang kian hidup.

Anak Muda Jadi Motor Utama

Komposisi investor di Sumut juga memperlihatkan dominasi kelompok usia muda. Investor berusia 18–25 tahun mencatat porsi terbesar, yakni 33,92 persen. Di bawahnya ada kelompok usia 31–40 tahun sebesar 24,19 persen, disusul usia 26–30 tahun sebesar 23,52 persen. Sementara itu, investor berusia 41–100 tahun mencapai 18,37 persen.

Aktivitas Korporasi Ikut Bergerak

Di sisi lain, geliat pasar modal di Sumatera Utara juga tercermin dari aktivitas korporasi. Tercatat ada 11 perusahaan di daerah ini yang melakukan Initial Public Offering (IPO), satu perusahaan menerbitkan obligasi, dan lima entitas usaha memanfaatkan skema pendanaan kolektif. Rangkaian data tersebut menunjukkan pasar modal Sumut tidak hanya berkembang dari sisi jumlah investor, tetapi juga dari sisi partisipasi pelaku usaha yang semakin aktif mencari sumber pendanaan di luar jalur perbankan.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer