Wednesday, May 20, 2026
HomeLiga InggrisCEO PFA Nilai Kontrak Pemain Sheffield Wednesday Bisa Dibatalkan

CEO PFA Nilai Kontrak Pemain Sheffield Wednesday Bisa Dibatalkan

- Advertisement -
- Advertisement -

Sheffield Wednesday kembali berada di bawah sorotan setelah persoalan gaji pemain seniornya memicu kekhawatiran serius di tubuh Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA). CEO PFA, Maheta Molango, menyebut kondisi di klub strata kedua Inggris itu berpotensi membuka jalan bagi pemain untuk memutus kontrak, jika keterlambatan pembayaran terus berulang dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Gaji terlambat, opsi putus kontrak mulai dibahas

Molango mengungkapkan bahwa PFA sudah berkomunikasi dengan para pemain untuk menjelaskan langkah yang dapat ditempuh apabila syarat pemutusan kontrak terpenuhi. Dalam kontrak standar, ada klausul yang memungkinkan pemain mengakhiri kerja sama jika terjadi pelanggaran serius dan berulang. Situasi ini menjadi perhatian khusus karena Sheffield Wednesday tercatat tiga kali terlambat membayar gaji dalam empat bulan terakhir.

Menurut aturan FIFA, pemain dapat menghentikan kontraknya jika mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama dua bulan berturut-turut, dengan syarat memberikan pemberitahuan tertulis selama 15 hari. Ketentuan itu membuat masalah di Sheffield Wednesday tidak bisa dianggap sepele, terutama di tengah kondisi klub yang sudah tertekan dari berbagai sisi.

PFA ikut mengawal hak pemain

Molango menegaskan bahwa PFA tidak hanya memantau perkembangan, tetapi juga memastikan para pemain memahami hak mereka. Langkah ini penting agar para pemain senior tidak berada dalam posisi yang merugikan ketika persoalan finansial klub berlarut-larut. Di saat yang sama, Sheffield Wednesday juga sudah menerima sanksi larangan transfer selama tiga bursa dari EFL, yang semakin mempersempit ruang gerak klub untuk memperbaiki keadaan secara cepat.

Masalah Sheffield Wednesday makin menumpuk

Persoalan di klub ini tidak berhenti pada gaji pemain. Pemilik klub disebut mencabut pembayaran gaji bulan Juni, kecuali untuk tim U-21 dan manajer. Di sisi lain, fasilitas latihan belum siap digunakan, sementara jadwal pertandingan pramusim juga belum tersusun. Sheffield Wednesday pun masih berada dalam proses penjualan, sehingga situasi internal klub semakin kompleks dan sulit diprediksi.

Di tengah rangkaian masalah tersebut, PFA terus memantau perkembangan sambil memberi dukungan kepada para pemain agar hak mereka tetap terlindungi. Bagi Sheffield Wednesday, setiap keterlambatan baru akan membuat tekanan semakin besar, bukan hanya dari luar, tetapi juga dari ruang ganti sendiri.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer