Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, mengungkapkan bahwa teknologi finansial (financial technology/ fintech) memiliki potensi untuk menyatukan aktivitas produksi dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream). Fintech memainkan peran penting dalam menghubungkan berbagai aspek pendukung dalam proses produksi, seperti sumber daya manusia (SDM), bahan baku, dan sistem pembayaran. Integrasi kegiatan produksi melalui fintech, terutama di sektor riil, diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen per tahun sesuai target Presiden Prabowo Subianto. Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) diajak untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia sebagai katalis dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi digital merupakan strategi utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang terus berkembang. Perkembangan ekonomi dunia saat ini mulai bergeser menuju sektor ekonomi kreatif dan digital, seperti film dan animasi, yang membutuhkan kreativitas. Rachmat Pambudy menekankan bahwa animasi sebagai bagian dari teknologi digital merupakan bagian dari ekosistem baru yang dapat terhubung melalui Aftech.


