Saturday, May 16, 2026
HomeLintas KotaSosialisasi Stop BAB Sembarangan: Membangun Jakarta Kota Sehat

Sosialisasi Stop BAB Sembarangan: Membangun Jakarta Kota Sehat

- Advertisement -
- Advertisement -

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) berkomitmen untuk memperkuat sosialisasi stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) sebagai upaya menciptakan Jakarta kota sehat. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, mengungkapkan komitmen ini sebagai langkah untuk mendorong inovasi dalam sektor sanitasi dan menjadikan gerakan stop buang air besar sembarangan sebagai bagian dari upaya kolektif menuju kota sehat, tangguh, dan mandiri. Menurut Eka, gerakan stop buang air besar sembarangan tidak hanya melibatkan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mempertimbangkan kebersihan lingkungan mereka.

Pemkot Jakarta Timur akan terus memberikan edukasi, dukungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk mempercepat pencapaian target 100 persen ODF di wilayahnya. Melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan di Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Pemkot Jaktim memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya berhenti buang air besar sembarangan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, seperti biogas. Eka menilai pengetahuan masyarakat tentang teknologi ini dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan.

Meskipun perilaku buang air besar sembarangan masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan dan sanitasi, Pemkot Jakarta Timur menggunakan pendekatan inovatif berbasis teknologi untuk mengatasi masalah ini. Dengan pemanfaatan tangki septik komunal biogas dari limbah feses manusia, Pemkot Jaktim tidak hanya berfokus pada sanitasi, tetapi juga menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Kegiatan stop BAB sembarangan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk PMI Jakarta Timur, Baznas Bazis Jakarta Timur, dan PT Swen Inovasi Transfer serta melibatkan pemerintah, tokoh agama, masyarakat, akademisi, dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan perubahan perilaku dan infrastruktur sanitasi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, juga aktif dalam menggencarkan deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk mencegah perilaku buang air besar sembarangan di wilayahnya. Munjirin menekankan pentingnya deklarasi bersama ini sebagai langkah untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan praktik buang air besar sembarangan. Proses sosialisasi dan edukasi dilakukan selama sekitar 1,5 tahun untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya berhenti buang air besar sembarangan. Masyarakat yang melanggar aturan ini dapat dikenakan sanksi sesuai dengan regulasi lingkungan hidup maupun ketertiban umum.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer