Tontowi Ahmad: Saat Motivasi Hilang, Mundur Bisa Jadi Pilihan yang Paling Jujur
Mantan pebulutangkis nasional Tontowi Ahmad mengingatkan para atlet agar tidak memaksakan diri bertahan di lapangan ketika semangat bertanding sudah benar-benar padam. Menurutnya, profesionalisme bukan sekadar tetap hadir latihan atau bertanding karena masih terikat kontrak, melainkan menjaga kualitas kerja dan komitmen penuh terhadap olahraga yang dijalani.
Tontowi menilai, jika motivasi sudah tidak ada, seorang atlet sebaiknya berani mengambil keputusan untuk berhenti. Ia menyebut melanjutkan karier tanpa kesungguhan justru tidak sehat, baik bagi diri sendiri maupun tim. Pandangan itu juga menjadi alasan utama di balik keputusannya pensiun dari bulu tangkis pada 2020.
Keputusan pensiun bukan karena kemampuan menurun
Tontowi menegaskan, langkahnya meninggalkan dunia bulu tangkis bukan dipicu masalah teknis atau penurunan performa. Ia mengaku saat itu yang hilang justru dorongan untuk terus bertanding. Dalam kondisi seperti itu, menurut dia, memaksa diri hanya akan membuat hasil tidak maksimal dan sikap kerja menjadi setengah hati.
Karena itu, ia memilih mundur ketimbang tetap bertahan tanpa energi yang utuh. Bagi Tontowi, keputusan tersebut lebih jujur dan lebih profesional dibanding terus berada di pelatnas atau kompetisi hanya demi kewajiban administratif.
Jejak prestasi bersama Liliyana Natsir
Nama Tontowi Ahmad sudah lama dikenal sebagai salah satu ganda campuran terbaik Indonesia. Bersama Liliyana Natsir, ia menorehkan prestasi besar, termasuk medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Pasangan ini menjadi salah satu duet paling bersejarah dalam bulu tangkis Indonesia karena konsistensi dan pencapaian mereka di level tertinggi.
Setelah Liliyana pensiun pada awal 2019, Tontowi sempat melanjutkan karier dengan pasangan baru. Namun, ia mengakui motivasinya mulai menyusut. Situasi itu membuatnya semakin yakin bahwa memaksakan diri bukanlah pilihan yang tepat.
Pesan untuk atlet muda: jaga semangat, jangan setengah hati
Dari pengalamannya, Tontowi berharap atlet muda Indonesia bisa memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan bakat, tetapi juga ketekunan dan kesiapan mental. Ia menekankan pentingnya latihan keras setiap hari, disiplin, dan konsistensi sebagai fondasi utama seorang atlet.
Jika semangat sudah hilang, Tontowi menilai lebih baik memberi jalan kepada atlet lain yang masih memiliki dorongan penuh untuk berjuang. Baginya, dunia olahraga menuntut komitmen total, dan tanpa itu, seorang atlet akan sulit mencapai performa terbaiknya.
Source link


