Ketahanan siber di sektor jasa keuangan merupakan hal yang sangat penting dan harus didukung dengan pemahaman kolektif serta komitmen semua pihak terkait. Pengamat perbankan, Revie Fayanti, mengungkapkan bahwa meningkatnya serangan siber di sektor keuangan menunjukkan perlunya kewaspadaan dan kesiapan yang memadai dalam mendukung transformasi digital. Kejahatan siber menjadi ancaman serius yang membutuhkan pendekatan mitigasi yang menyeluruh, kolaborasi lintas sektor, peningkatan literasi digital, serta investasi dalam teknologi keamanan. Laporan Badan Siber dan Sandi Negara mencatat bahwa sektor keuangan sering menjadi target serangan siber, memperlihatkan tingginya risiko dalam industri ini. Institusi keuangan dituntut untuk memperkuat sistem pertahanan mereka dari ancaman digital yang terus berkembang, selain berinovasi dalam produk dan layanan. Revie menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai evolusi kejahatan siber di sektor perbankan agar semua pihak dapat bersama-sama menghadapi risiko tersebut. Sebagai upaya edukasi, seminar “Kejahatan Siber di Era Digital” akan digelar untuk membuka wawasan mengenai bahaya kejahatan siber dalam dunia perbankan digital, merangkul kolaborasi, dan membangun kesadaran bersama dalam memperkuat ketahanan siber. Diharapkan, melalui upaya ini, sektor jasa keuangan dapat menjadi bagian dari pertahanan digital nasional dengan peningkatan kewaspadaan dan sikap bijak dalam menghadapi risiko keamanan digital.


