Saturday, May 16, 2026
HomeBursaIHSG Menguat Berkat Respon Positif Sentimen Domestik

IHSG Menguat Berkat Respon Positif Sentimen Domestik

- Advertisement -
- Advertisement -

Awal pekan dibuka dengan nada positif di lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung bergerak menguat pada Senin pagi, didorong oleh respons pasar terhadap sentimen domestik yang dinilai masih cukup kuat. Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat di level 7.130,53, naik 83,09 poin atau 1,18 persen. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut menanjak 2,22 poin atau 0,28 persen ke posisi 788,32.

Sentimen Dalam Negeri Jadi Penopang

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai penguatan IHSG pada awal pekan ini tidak lepas dari kombinasi sentimen global dan domestik. Namun, dari dalam negeri, pasar tampak memberi perhatian lebih pada sejumlah agenda yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan, termasuk maraknya initial public offering (IPO) dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Keduanya menjadi faktor yang ikut membentuk ekspektasi pelaku pasar terhadap pergerakan saham-saham di BEI.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencermati peluang sekaligus risiko secara lebih hati-hati. Arus sentimen positif di pasar domestik memberi ruang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau, meski tekanan dari luar negeri belum benar-benar mereda.

Pasar Global Masih Dibayangi Ketidakpastian

Dari luar negeri, pasar keuangan global masih dipengaruhi sejumlah isu yang memicu kehati-hatian. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor yang membuat pelaku pasar kembali waspada. Di saat yang sama, spekulasi mengenai kemungkinan mundurnya Ketua The Fed Jerome Powell dari jabatannya ikut menambah ketegangan di pasar.

Pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk periode Juni 2025. Data ini kerap menjadi acuan penting dalam membaca arah kebijakan moneter dan pergerakan aset keuangan global. Karena itu, pasar masih cenderung sensitif terhadap setiap perkembangan baru dari Washington maupun bank sentral AS.

Pergerakan Bursa Regional Beri Sinyal Campuran

Di kawasan Asia, bursa saham bergerak dengan arah yang beragam. Indeks Nikkei tercatat melemah, sedangkan indeks Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times justru menguat. Pola ini menunjukkan bahwa pasar regional masih merespons sentimen global secara selektif, dengan masing-masing bursa menimbang tekanan dan peluang yang berbeda.

Sementara itu, pergerakan bursa saham Eropa dan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu yang mayoritas ditutup melemah turut memberi bayangan terhadap pembukaan pasar awal pekan ini. Dengan kombinasi sentimen tersebut, perdagangan saham diperkirakan masih akan bergerak dinamis dan menuntut kewaspadaan investor dalam membaca arah pasar berikutnya.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer