Menaklukkan Dominasi Pelanggaran Operasi Patuh Jaya di Bekasi
Bekasi — Operasi Patuh Jaya 2025 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum lama berjalan, tetapi pola pelanggaran di jalan sudah mulai terlihat jelas. Dalam tiga hari pertama, polisi mencatat 84 kendaraan ditilang, dengan pelanggaran melawan arah menjadi temuan paling dominan. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan kedisiplinan lalu lintas masih menjadi pekerjaan besar di wilayah tersebut.
Melawan Arah Jadi Pelanggaran Terbanyak
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, Komisaris Polisi Sugihartono, menyebut penindakan dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih sadar pentingnya tertib berlalu lintas. Dari data yang dihimpun selama operasi, pelanggaran melawan arah tercatat paling tinggi dengan 27 kasus. Di bawahnya, pelanggaran lain seperti tidak memakai helm dan sabuk pengaman juga masih sering ditemukan di lapangan.
Menurut Sugihartono, operasi ini tidak semata-mata soal penilangan. Lebih jauh, langkah tersebut diarahkan untuk menekan kebiasaan berkendara yang berisiko dan membahayakan pengguna jalan lain. Karena itu, petugas juga menyoroti pelanggaran yang selama ini kerap dianggap sepele, padahal dampaknya bisa besar terhadap keselamatan.
Fokus Penindakan di Titik-Titik Rawan
Operasi Patuh Jaya 2025 menargetkan sejumlah pelanggaran utama, mulai dari penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, hingga pelanggaran kapasitas penumpang. Selain itu, polisi juga menegaskan perhatian pada pengemudi yang berkendara di bawah pengaruh alkohol, melaju dengan kecepatan berlebihan, maupun menggunakan pelat nomor yang tidak sah.
Harapan Polisi untuk Perubahan Perilaku
Sugihartono berharap penindakan ini bisa menjadi pengingat agar masyarakat tidak lagi mengabaikan aturan dasar lalu lintas. Ia menekankan bahwa kepatuhan di jalan bukan hanya urusan menghindari sanksi, melainkan bagian dari upaya menciptakan kenyamanan dan keselamatan bersama. Operasi ini, kata dia, juga sejalan dengan dorongan membangun budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari visi Indonesia emas.
Dengan dominasi pelanggaran yang masih datang dari tindakan-tindakan mendasar seperti melawan arah, Operasi Patuh Jaya 2025 di Bekasi memperlihatkan bahwa penegakan aturan masih diperlukan secara konsisten agar jalan raya tidak terus menjadi ruang yang rawan risiko.
Source link


