Putri Kusuma Wardani datang ke BWF World Tour Super 1000 China Open 2025 dengan satu target yang jelas: melangkah minimal sampai perempat final. Ambisi itu bukan tanpa alasan. Tunggal putri Indonesia tersebut ingin mengulang capaian saat tampil di Indonesia Open 2025, ketika ia berhasil menembus babak delapan besar dan menunjukkan bahwa dirinya mulai stabil bersaing di level elite.
Target realistis, tapi tetap menantang
Putri KW menilai kunci awal di turnamen ini adalah cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan. Dengan waktu uji coba yang terbatas, ia dituntut langsung menemukan ritme permainan sejak laga pertama. Situasi seperti itu membuat setiap detail menjadi penting, mulai dari sentuhan awal kok, pergerakan kaki, hingga keberanian mengambil inisiatif serangan.
Meski begitu, Putri tetap membawa rasa percaya diri. Ia ingin tampil lepas dan menikmati pertandingan, seperti yang sempat ia tunjukkan pada Japan Open pekan lalu. Bagi Putri, suasana bermain yang nyaman bisa menjadi pembeda besar ketika menghadapi lawan-lawan kuat di turnamen level Super 1000.
Lawan awal bukan tantangan ringan
Di babak pertama sektor tunggal putri, Putri akan berhadapan dengan Sim Yu Jin dari Korea Selatan. Secara rekor pertemuan, Putri masih tertinggal 1-2. Namun, modal penting sudah ia kantongi karena pertemuan terakhir berhasil dimenangkannya saat tampil di Super 300 Korea Masters 2024.
Hasil itu setidaknya memberi gambaran bahwa duel kali ini bisa berjalan ketat. Putri punya peluang, tetapi ia tetap harus disiplin menjaga fokus sejak poin awal agar tidak memberi ruang bagi Sim Yu Jin untuk menguasai permainan.
Dukungan publik Indonesia jadi energi tambahan
Selain kesiapan teknis, Putri juga berharap dukungan dari masyarakat Indonesia bisa ikut mengangkat semangatnya selama tampil di China Open 2025. Dalam turnamen sekelas ini, dorongan moral dari luar lapangan kerap menjadi tenaga tambahan saat pertandingan memasuki momen-momen krusial.
Dengan modal performa yang mulai konsisten dan target yang terukur, Putri KW kini punya kesempatan untuk membuktikan bahwa hasil di Indonesia Open bukan kebetulan. China Open 2025 bisa menjadi panggung berikutnya untuk menguji sejauh mana langkahnya bisa melaju lebih jauh.
Source link


