Saturday, May 16, 2026
HomeBursaIHSG Menguat dengan Optimisme Ekonomi RI yang Solid

IHSG Menguat dengan Optimisme Ekonomi RI yang Solid

- Advertisement -
- Advertisement -

Perdagangan pagi ini dibuka dengan nada positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak naik dan menegaskan bahwa pasar masih memegang harapan pada ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang belum sepenuhnya tenang. IHSG menguat 38,04 poin atau 0,51 persen ke level 7.502,69. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 4,26 poin atau 0,54 persen menjadi 792,01.

Pasar Menanti Data Ekonomi Kuartal II-2025

Fokus utama pelaku pasar tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2025 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Sejumlah pihak memperkirakan laju ekonomi melambat dan bisa berada di bawah 5 persen year on year (yoy), seiring tekanan pada daya beli masyarakat. Namun, di tengah ekspektasi perlambatan itu, pasar tampaknya belum kehilangan keyakinan bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas bursa.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai ekonomi Indonesia tetap memiliki daya tahan yang baik meski bayang-bayang ketidakpastian global masih besar. Ia menyoroti tantangan dari Trade War 2.0 serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, yang masih menjadi faktor pembatas bagi sentimen investasi.

Rangkaian Data Domestik Jadi Sorotan

Dalam sepekan ini, pasar juga menunggu sejumlah indikator penting dari dalam negeri. Pada Kamis (07/08), perhatian akan tertuju pada data cadangan devisa periode Juli 2025. Sehari setelahnya, Jumat (08/08), investor akan mencermati Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), retail sales, serta penjualan mobil dan motor.

Deretan data tersebut dinilai penting karena dapat memberi gambaran lebih jelas mengenai kekuatan konsumsi masyarakat. Di tengah perlambatan yang diperkirakan terjadi, angka-angka ini akan menjadi acuan apakah tekanan pada daya beli mulai mereda atau justru masih berlanjut.

Sentimen Global Masih Campuran

Dari luar negeri, pasar global juga belum lepas dari dinamika. Negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi perhatian setelah pertemuan pejabat kedua negara di Stockholm, Swedia. Hasil pembicaraan itu dinilai bisa memengaruhi arah sentimen pasar dalam waktu dekat.

Di sisi lain, kekhawatiran atas data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah turut memunculkan ekspektasi bahwa The Fed berpeluang memangkas suku bunga pada September 2025. Kondisi ini ikut memberi warna pada pergerakan bursa global. Pada perdagangan Senin (04/07), pasar saham Eropa dan Amerika Serikat tercatat menguat, sementara bursa Asia seperti Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times bergerak bervariasi.

Dengan kombinasi data domestik yang segera dirilis dan sentimen global yang masih fluktuatif, IHSG berpotensi tetap bergerak naik-turun sepanjang hari, meski pembukaan pagi ini menunjukkan pasar masih memilih sisi optimistis.

Berita Terkait

Berita Populer