Saturday, May 16, 2026
HomeBursaIHSG Menguat: Optimisme Pemangkasan Bunga Fed Bulan Depan

IHSG Menguat: Optimisme Pemangkasan Bunga Fed Bulan Depan

- Advertisement -
- Advertisement -

Pasar saham domestik membuka perdagangan Kamis dengan nada optimistis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat seiring menguatnya harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan memangkas suku bunga pada September 2025. Sentimen global yang membaik ini langsung terbaca di awal sesi, dengan pelaku pasar cenderung mengambil posisi beli sejak pembukaan.

IHSG Dibuka Naik, LQ45 Ikut Menguat

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 29,63 poin atau 0,38 persen ke level 7.922,54. Di saat yang sama, indeks LQ45 juga bertambah 3,11 poin atau 0,37 persen menjadi 832,96. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat investor tidak hanya tertuju pada saham-saham unggulan, tetapi juga merambat ke pasar yang lebih luas.

Menurut para analis, penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut sepanjang sentimen eksternal tetap mendukung. Salah satu pemicunya adalah rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga memperbesar ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Ekspektasi Pemangkasan Bunga The Fed Dorong Sentimen

Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Proyeksi tersebut tercermin dalam data FedWatch Tool CME, yang menjadi salah satu acuan utama untuk membaca ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed. Bagi investor, sinyal pelonggaran suku bunga biasanya dipandang positif karena dapat memperbaiki likuiditas dan mendukung aset berisiko, termasuk saham.

Optimisme itu tidak muncul sendirian. Pada perdagangan Rabu, bursa saham Eropa dan Amerika Serikat juga ditutup menguat. Kondisi tersebut menambah keyakinan bahwa nada positif sedang merata di pasar global, lalu terbawa ke kawasan Asia pada pagi ini.

Pasar Regional Kompak Mengarah Positif

Pergerakan IHSG pagi ini memperlihatkan bahwa pasar domestik masih sangat peka terhadap arus sentimen global, terutama yang berkaitan dengan kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Ketika ekspektasi pemangkasan bunga menguat, investor cenderung membaca peluang masuknya dana ke pasar saham sebagai sesuatu yang lebih besar.

Dengan latar seperti itu, pembukaan hijau IHSG menjadi cerminan bahwa investor sedang menunggu konfirmasi berikutnya dari data ekonomi dan arah kebijakan The Fed. Untuk sementara, suasana perdagangan masih berada di bawah bayang-bayang harapan bahwa September 2025 bisa menjadi titik balik bagi kebijakan moneter AS. Source link

Berita Terkait

Berita Populer