Di tengah tekanan ekonomi global yang masih dibayangi perang dagang dan perang tarif, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap mampu menjaga laju pertumbuhan. Dalam 299 hari pemerintahannya, Prabowo menyebut ekonomi nasional tumbuh 5,12 persen, atau berada di atas 5 persen, dan ia optimistis tren ini masih bisa berlanjut ke depan.
Investasi Tembus Rp942 Triliun
Dalam pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di DPR RI, Jakarta, Prabowo memaparkan capaian investasi yang direalisasikan pada semester I 2025. Nilainya mencapai Rp942 triliun, naik 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian itu disebut telah melampaui target APBN 2025 lebih cepat dari jadwal. Selain mengerek aktivitas ekonomi, investasi tersebut juga menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja, sehingga memberi sinyal bahwa geliat investasi mulai terasa di lapangan.
Pertumbuhan Tinggi, Manfaat Belum Merata
Prabowo juga menyoroti fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya sudah konsisten berada di atas 5 persen selama tujuh tahun terakhir. Namun, ia mengakui angka makro itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas.
Menurut Prabowo, masih ada warga yang menghadapi persoalan mendasar seperti kelaparan, sulit menjual hasil pertanian, belum memiliki rumah layak huni, hingga terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan. Ia menekankan bahwa pekerjaan besar pemerintah bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya mengalir lebih adil ke seluruh lapisan masyarakat.
PRIORITAS KE DEPAN
Dengan capaian investasi dan pertumbuhan ekonomi tersebut, Prabowo memberi sinyal bahwa tantangan berikutnya bukan lagi semata-mata soal angka, melainkan pemerataan. Pertumbuhan yang tinggi, menurutnya, baru bermakna jika mampu menjawab kebutuhan dasar rakyat yang selama ini belum terpenuhi.
Source link


