Saturday, March 7, 2026
HomeFinansialBI Kurangi SRBI untuk Dorong Likuiditas, Posisi Akhir Rp720 T

BI Kurangi SRBI untuk Dorong Likuiditas, Posisi Akhir Rp720 T

- Advertisement -
- Advertisement -

Bank Indonesia (BI) telah mengurangi volume lelang dan posisi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk meningkatkan likuiditas pasar uang dan perbankan. Pada 15 Agustus 2025, total posisi instrumen SRBI tercatat sebesar Rp720,01 triliun, menurun dari Rp916,97 triliun pada awal Januari 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan hal ini dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Agustus 2025. BI juga memfokuskan operasi moneter pada tenor yang lebih pendek untuk mendukung ekspansi likuiditas. Upaya implementasi dealer utama sejak Mei 2024 juga telah meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repo antarpelaku pasar.

Pada 15 Agustus 2025, posisi instrumen Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) masing-masing sebesar 4,56 miliar dolar AS dan 460 juta dolar AS. BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder untuk memperkuat ekspansi likuiditas kebijakan moneter. Selama periode Januari hingga 19 Agustus 2025, BI telah membeli SBN sebesar Rp186,06 triliun melalui pasar sekunder dan pasar primer.

Perry menyatakan bahwa ke depan, BI akan terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan likuiditas. Diharapkan strategi ini dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, sasaran inflasi, dan stabilitas nilai tukar rupiah. Seluruh langkah ini mencerminkan sinergi erat antara kebijakan moneter BI dengan kebijakan fiskal pemerintah, menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Referensi:
– ANTARA News

Source link

Berita Terkait

Berita Populer