Timnas Putri Tumbang dari China di Laga Pembuka ASBC 2025, Awal Manis Berakhir Pahit
Tim Nasional Basket Putri Indonesia harus mengakui keunggulan China dengan skor 66-53 pada laga pembuka 9th Asian School Basketball Championship (ASBC) 2025 di GOR Manahan, Solo, Senin. Sempat memimpin hingga 11 poin pada kuarter pertama, Indonesia justru kehilangan kendali permainan saat China mulai menemukan ritme terbaiknya dan membalikkan keadaan.
Awal Laga Menjanjikan, Indonesia Sempat Menguasai Permainan
Indonesia memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan agresivitas yang cukup merepotkan lini pertahanan China. Serangan yang dibangun dari awal laga sempat membuat lawan kesulitan membaca pola permainan Timnas Putri. Keunggulan hingga 11 poin di kuarter pertama menjadi sinyal bahwa Indonesia punya kapasitas untuk bersaing.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Memasuki kuarter berikutnya, konsistensi permainan Indonesia mulai menurun. China pelan-pelan memperkecil jarak, lalu mengambil alih momentum lewat permainan yang lebih efektif dan disiplin.
Efektivitas Serangan Jadi Pembeda
Salah satu masalah utama Indonesia terlihat pada penyelesaian akhir. Sejumlah peluang penting yang seharusnya bisa menambah angka justru terbuang sia-sia. Situasi itu memberi ruang bagi China untuk terus menekan dan membangun kepercayaan diri.
Perbedaan postur tubuh juga ikut memengaruhi duel di lapangan. China memanfaatkan keunggulan fisik mereka untuk menguasai area penting, terutama saat perebutan bola dan transisi permainan. Indonesia tetap berusaha melawan, tetapi kesulitan menjaga intensitas hingga akhir pertandingan.
Masih Ada Harapan di Laga Berikutnya
Meski kalah, Timnas Putri Indonesia tetap menunjukkan kedalaman skuad yang cukup menjanjikan. Kontribusi poin dari pemain cadangan menjadi salah satu catatan positif dari pertandingan ini. Artinya, tim masih memiliki opsi rotasi yang bisa diandalkan saat menghadapi laga-laga berikutnya.
Peluang untuk melaju ke fase selanjutnya belum tertutup. Indonesia masih akan menghadapi Singapura, dan pertandingan itu menjadi kesempatan penting untuk menjaga asa sekaligus memperbaiki sejumlah kelemahan yang terlihat saat melawan China. ASBC 2025 pun masih bisa menjadi panggung bagi para pemain muda Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka di level internasional.
Source link


