Saturday, May 16, 2026
HomeBursaPerdagangan Saham BEI Beroperasi Normal di Hari Senin

Perdagangan Saham BEI Beroperasi Normal di Hari Senin

- Advertisement -
- Advertisement -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan aktivitas perdagangan saham dan seluruh instrumen investasi tetap berjalan normal pada Senin (01/09). Kepastian ini disampaikan untuk meredam kabar yang sempat beredar mengenai kemungkinan penutupan pasar di tengah memanasnya situasi sosial dan politik di dalam negeri. BEI menekankan bahwa operasional bursa tidak terganggu dan tetap dijalankan sebagaimana mestinya.

BEI Pastikan Pasar Tetap Dibuka

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulis di Jakarta menyampaikan bahwa bursa akan beroperasi tanpa perubahan jadwal. Sikap ini, menurut BEI, menjadi bentuk komitmen menjaga pasar modal Indonesia agar tetap stabil dan lancar, meski kondisi nasional sedang tidak sepenuhnya kondusif.

Langkah tersebut juga memberi sinyal kepada pelaku pasar agar tidak terpengaruh oleh spekulasi yang belum tentu benar. Di tengah situasi yang berkembang, BEI memilih mempertahankan kepastian operasional sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan investor.

Perdagangan Jumat Ditutup Melemah

Sebelumnya, perdagangan pada Jumat (29/08) ditutup dengan pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 121,60 poin atau 1,53 persen ke level 7.830,49. Sementara itu, indeks LQ45 juga terkoreksi 14,45 poin atau 1,78 persen menjadi 797,12.

Aktivitas perdagangan saat itu terbilang tinggi, dengan frekuensi transaksi mencapai 2.509.118 kali. Volume perdagangan menyentuh 51,64 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,75 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 122 saham menguat, 610 saham melemah, dan 70 saham stagnan.

Situasi Politik Jadi Sorotan Pasar

Isu mengenai potensi gangguan terhadap aktivitas bursa muncul seiring aksi unjuk rasa di sejumlah daerah sejak Kamis (28/08) hingga Minggu (31/08). Aksi tersebut di beberapa titik berujung pada kerusuhan dan tindakan anarkis, sehingga menambah perhatian publik terhadap stabilitas keamanan nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto telah meminta jajaran TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga ketertiban negara. Aparat juga diminta mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat agar keamanan tetap terjaga di tengah dinamika yang berkembang.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia untuk menjaga rasa aman publik. Dalam situasi seperti ini, kepastian bahwa pasar modal tetap berjalan menjadi penting agar aktivitas ekonomi tidak ikut terseret oleh ketegangan yang terjadi.

Artikel ini disadur dari ANTARA pada tahun 2025. Source link

Berita Terkait

Berita Populer