Di tengah dinamika aksi massa yang sempat memicu kericuhan di sejumlah titik Jakarta, Terminal Bus Kampung Rambutan memilih mengambil langkah berbeda: merapatkan barisan dengan para pengemudi ojek online untuk menjaga suasana tetap aman. Deklarasi bersama itu digelar sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban di salah satu simpul transportasi penting di ibu kota.
Sinergi Terminal dan Ojol untuk Jaga Kondisi Tetap Kondusif
Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni, mengatakan deklarasi tersebut menjadi upaya memastikan aktivitas warga tetap berjalan normal. Menurut dia, langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar seluruh pihak ikut menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif.
Yulza menekankan bahwa terminal bukan hanya tempat naik turun penumpang, tetapi juga ruang yang harus dijaga bersama agar masyarakat merasa tenang saat bepergian. Karena itu, keterlibatan pengemudi ojol dinilai penting untuk memperkuat pengawasan dan menciptakan suasana yang lebih tertib di sekitar terminal.
Harapan untuk Keamanan Penumpang dan Awak Angkutan
Pengendali Terminal Bus Kampung Rambutan, Mulyono, menyebut deklarasi tersebut diharapkan memberi dampak langsung terhadap rasa aman penumpang maupun awak angkutan umum. Ia menilai kerja sama lintas komunitas transportasi bisa menjadi cara efektif untuk meredam potensi gangguan di lapangan, terutama saat situasi kota sedang sensitif.
Dari sisi pengemudi, Nur (46) menyatakan siap ikut berkontribusi menjaga keamanan di lingkungan Terminal Kampung Rambutan. Ia menilai terminal tersebut memiliki peran besar bagi mobilitas warga sehari-hari, sehingga kondisinya perlu dijaga bersama agar tidak mengganggu arus perjalanan masyarakat.
Terminal Jadi Titik Penting Menjaga Stabilitas Kota
Langkah ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga Jakarta tetap aman tidak hanya bertumpu pada aparat atau pemerintah, tetapi juga pada partisipasi para pelaku transportasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di Terminal Kampung Rambutan, kolaborasi antara pengelola dan ojol kini diarahkan untuk menghadirkan rasa aman yang lebih nyata bagi penumpang yang datang dan pergi setiap hari.
Di tengah situasi yang sempat memanas di berbagai wilayah Jakarta, deklarasi ini menjadi penanda bahwa ruang publik seperti terminal tetap bisa dijaga melalui kerja sama langsung di lapangan. Bagi pengelola dan pengemudi ojol, yang terpenting kini adalah memastikan terminal tetap berfungsi sebagai tempat transit yang tertib, aman, dan nyaman bagi warga.


