Saturday, May 16, 2026
HomeBursaPertumbuhan IHSG Terhambat oleh Data Ekonomi Domestik yang Solid

Pertumbuhan IHSG Terhambat oleh Data Ekonomi Domestik yang Solid

- Advertisement -
- Advertisement -

Pasar modal Indonesia memulai pekan dengan nada hati-hati. Meski sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kekuatan, IHSG Bursa Efek Indonesia justru ditutup melemah pada Senin sore di tengah sentimen politik dalam negeri yang belum sepenuhnya mereda. Pelaku pasar disebut menunggu pernyataan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu faktor yang bisa membantu menenangkan suasana.

IHSG Terkoreksi di Tengah Data Ekonomi yang Solid

IHSG anjlok 94,42 poin atau 1,21 persen ke level penutupan harian. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga turun 8,42 poin atau 1,06 persen. Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekanan terhadap indeks lebih banyak dipicu kondisi domestik yang dinilai belum kondusif, meski data ekonomi justru berada dalam jalur yang positif.

Sejumlah rilis hari ini memperlihatkan fondasi ekonomi yang masih kuat. Purchasing Managers’ Index atau PMI Manufaktur Indonesia serta neraca perdagangan sama-sama memberi sinyal yang baik bagi pasar. Namun, data tersebut belum cukup untuk menahan aksi jual yang terjadi sepanjang sesi perdagangan.

Sentimen Politik dan Isu Global Menekan Pergerakan Saham

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah. Di saat yang sama, pelaku pasar juga mencermati putusan pengadilan Amerika Serikat terkait tarif Presiden Trump, yang ikut menambah lapisan ketidakpastian dari luar negeri. Kombinasi faktor domestik dan global ini membuat investor cenderung bersikap defensif.

Meski begitu, tidak semua sektor bergerak melemah. Sektor industri dan kesehatan tercatat menguat, menjadi penopang terbatas di tengah koreksi indeks utama. Aktivitas perdagangan juga tetap ramai, dengan frekuensi transaksi saham mencapai 2.310.930 kali.

Pasar Asia Bergerak Campuran

Sentimen kawasan Asia turut memberi warna pada perdagangan hari itu. Nikkei tercatat melemah, sementara Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times justru menguat. Pergerakan campuran di bursa regional menunjukkan investor masih menimbang arah pasar di tengah beragam katalis yang datang bersamaan.

Di tengah situasi politik yang belum stabil dan gelombang demonstrasi, kekuatan data ekonomi domestik menjadi modal penting bagi IHSG. Justru dari sisi fundamental, pasar masih memiliki alasan untuk bertahan, meski dalam jangka pendek tekanan sentimen tetap sulit dihindari.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer