Wednesday, May 20, 2026
HomeBeritaGubernur Jakarta Pramono Anung Hadiri Hari Literasi Internasional di Happy Hope

Gubernur Jakarta Pramono Anung Hadiri Hari Literasi Internasional di Happy Hope

- Advertisement -
- Advertisement -

Hari Literasi Internasional di Happy Hope International Preschool pada dasarnya menjadi panggung kecil untuk isu yang jauh lebih besar: bagaimana Jakarta membangun kebiasaan membaca sejak usia dini hingga dewasa. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir langsung dalam peringatan tersebut, lalu membacakan cerita di hadapan anak-anak sebagai simbol dukungan terhadap gerakan literasi yang ingin diperluas di ibu kota.

Pramono Dorong Literasi untuk Semua Usia

Dalam kegiatan itu, Pramono menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi di berbagai kelompok usia. Pemerintah Provinsi Jakarta, kata dia, terus mendorong program yang dapat membuka akses membaca lebih luas, termasuk rencana perpustakaan 24 jam dan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa literasi tidak lagi dipandang sekadar urusan sekolah, melainkan bagian dari layanan publik yang harus bisa dijangkau siapa pun.

Pondasi Membaca Sejak Dini

Happy Hope International Preschool menempatkan kegiatan membaca sebagai fondasi utama pembelajaran anak. Lembaga ini menilai kebiasaan literasi perlu dibangun sejak usia dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan mampu memahami lingkungan sekitarnya. Dalam konteks itu, pembacaan cerita oleh gubernur bukan hanya seremoni, tetapi juga penguatan pesan bahwa membaca harus menjadi bagian dari keseharian anak.

Batas Group dan Ekosistem Pendidikan

Batas Group, lembaga pendidikan berbasis Islam yang menaungi sejumlah unit seperti Happy Hope Preschool, Batas Learn and Play, dan Batas Ngaji Private, juga menempatkan literasi sebagai bagian penting dari pendidikan formal maupun non-formal. CEO dan Pendiri Batas Group, Issyarah Feah, menyebut literasi sebagai jembatan yang menghubungkan anak dengan dunia dan kehidupannya. Ia menekankan komitmen membangun ekosistem pembelajaran berbasis fitrah dengan standar internasional, agar ilmu pengetahuan tidak berhenti di kelas, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pandangan mereka, literasi juga memiliki makna spiritual yang kuat. Di dalam Islam, wahyu pertama kepada Nabi Muhammad adalah perintah untuk membaca, sehingga upaya membangun budaya literasi diposisikan sebagai bagian dari nilai yang lebih luas: membentuk generasi yang tidak hanya mampu mengenal huruf, tetapi juga memiliki cara berpikir yang lebih matang dan terbuka.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer