Kepulauan Seribu — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menaruh perhatian besar pada penguatan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai salah satu penopang program sosial dan pemberdayaan warga. Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaini, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu lebih aktif berkontribusi dari penghasilan mereka sebagai abdi pemerintah agar target pengumpulan ZIS bisa tercapai.
ASN Diminta Lebih Terlibat
Menurut Aceng, keterlibatan ASN bukan sekadar dukungan tambahan, melainkan bagian penting dari upaya kolektif untuk memperkuat dana sosial yang akan kembali dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai, tanpa partisipasi aktif dari aparatur pemerintah, target yang sudah ditetapkan akan sulit dicapai secara maksimal.
Karena itu, Pemkab Kepulauan Seribu juga memperkuat peran Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) agar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berjalan lebih optimal. Penguatan ini diharapkan membuat proses pengumpulan lebih terarah sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi warga di wilayah kepulauan.
Target Rp5,5 Miliar pada 2024
Badan Amil Zakat Nasional-Badan Amil Zakat Infak Sedekah (Baznas-Bazis) Kabupaten Kepulauan Seribu menetapkan target pengumpulan ZIS sebesar Rp5,5 miliar pada 2024. Angka itu naik dari capaian pengumpulan pada 2023 yang mencapai Rp2,74 miliar. Selisih target dan capaian tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk mendorong partisipasi publik, terutama dari kalangan ASN.
Dari sisi pemerintah daerah, pengumpulan ZIS tidak hanya dipandang sebagai urusan filantropi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dana yang terhimpun diharapkan bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran.
Pulau Tidung Jadi Kampung Zakat
Selain penguatan pengumpulan dana, Pemkab Kepulauan Seribu juga menginisiasi Pulau Tidung sebagai Kampung Zakat. Program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan wakaf produktif. Dengan pendekatan tersebut, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak jangka panjang.
Program Kampung Zakat juga disebut sejalan dengan upaya membangun infrastruktur dan membuka peluang kerja yang lebih berkelanjutan di Kepulauan Seribu. Dengan begitu, zakat dan wakaf tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga alat penggerak kemandirian ekonomi warga di wilayah kepulauan tersebut.
Melalui rangkaian program ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Kepulauan Seribu tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga semakin kuat secara ekonomi dan mampu tumbuh dengan dukungan sistem yang berkelanjutan.
Source link


