Persaingan di Polytron Superliga Junior 2025 mulai memanas, dan klub asal Thailand, Banthongyord, datang ke GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dengan satu tujuan jelas: pulang membawa gelar. Mereka tidak sekadar mengirim tim pelengkap, melainkan sejumlah pemain muda terbaik untuk langsung menekan di sektor U-19 Putra dan U-19 Putri.
Banthongyord Pasang Target Tinggi
Banthongyord menurunkan nama-nama seperti Patcharakit Apiratchataset, Anyapat Phichitpreechasak, serta pasangan ganda Kodchaporn Chaichana/Pannawee Polyiam. Dengan komposisi itu, mereka membidik dua trofi sekaligus, yakni Piala Susy Susanti untuk sektor putri dan Piala Liem Swie King untuk sektor putra. Target tersebut menunjukkan bahwa tim Thailand datang bukan untuk sekadar menguji kemampuan, tetapi benar-benar ingin menguasai turnamen.
Performa mereka sejauh ini juga cukup meyakinkan. Banthongyord mencatat empat kemenangan beruntun sejak fase penyisihan, sebuah modal penting untuk menjaga kepercayaan diri di laga-laga berikutnya. Di sektor putri, mereka bahkan mendominasi Grup A dan punya peluang besar mengunci status juara grup jika mampu melewati hadangan tim Polandia.
Anyapat Percaya Diri Bawa Pulang Gelar
Salah satu pemain yang jadi sorotan adalah Anyapat Phichitpreechasak. Ia tampil penuh keyakinan dan menilai Banthongyord punya peluang besar untuk mengangkat Piala Susy Susanti. Pengalaman menjadi juara pada ajang sebelumnya membuat kepercayaan dirinya makin kuat, sekaligus menjadi sinyal bahwa tim Thailand punya mental tanding yang tidak bisa diremehkan.
PB Djarum Waspada, Tapi Tetap Optimistis
Dari kubu tuan rumah, manajer tim PB Djarum, Fung Permadi, disebut terus memantau perkembangan Banthongyord. Kehadiran tim Thailand yang kuat membuat PB Djarum harus menjaga fokus sejak awal. Fung juga mengingatkan para pemainnya untuk tampil maksimal agar tidak kehilangan momentum di tengah ketatnya persaingan.
Meski tantangan semakin berat, para pemain PB Djarum tetap menunjukkan sikap percaya diri. Sosok seperti Yudha Rendra Wijaya menegaskan bahwa timnya masih punya peluang besar untuk bersaing merebut gelar. Mereka menjaga kekompakan, saling mendukung, dan berusaha tetap tenang dalam setiap pertandingan.
Dengan ambisi besar dari dua kubu, Polytron Superliga Junior 2025 dipastikan menjadi ajang yang tak hanya menguji teknik, tetapi juga mental dan konsistensi. Banthongyord sudah mengirim sinyal bahwa mereka datang untuk menang, sementara PB Djarum tak ingin menyerahkan panggung begitu saja di hadapan publik sendiri. Source link


