Langkah Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri di Korea Open 2025 belum melambat. Ganda putra Indonesia itu memastikan tiket semifinal setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah, Jin Yong dan Na Sung Seung, dengan kemenangan meyakinkan 21-13, 21-16 di Suwon Gymnasium, Suwon, pada Jumat. Hasil ini bukan sekadar angka di papan skor, tetapi juga penegasan bahwa pasangan baru ini mulai menemukan ritme permainan yang solid di tengah tekanan publik Korea Selatan.
Kemenangan yang Tak Datang Begitu Saja
Fajar mengakui duel tersebut jauh dari kata ringan. Jin Yong dan Na Sung Seung datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Indonesia Masters 2025, sehingga ancaman mereka sudah terbaca sejak awal. Namun, Fajar/Fikri mampu menjaga tempo, meredam dukungan besar penonton untuk lawan, dan tetap konsisten dalam pengambilan keputusan di lapangan. Kombinasi ketenangan dan disiplin membuat mereka lebih unggul pada momen-momen penting.
Fokus Fisik Jadi Kunci
Fajar, yang kini berusia 30 tahun, menegaskan bahwa menjaga kondisi tubuh menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka di turnamen ini. Ia menaruh perhatian pada pola makan, waktu istirahat, dan pemulihan agar tetap bugar di setiap pertandingan. Fasilitas pendukung dari tim pelatnas, seperti fisioterapi dan masseur, juga disebut sangat membantu mempercepat pemulihan. Dalam jadwal padat seperti Korea Open, detail semacam ini bisa menentukan kualitas permainan berikutnya.
Modal Kekompakan untuk Hadapi Taiwan
Di sisi lain, Fikri menilai kedekatan mereka yang sudah terbangun sejak lama menjadi keuntungan tersendiri. Meski baru dipasangkan sebagai duet ganda putra, komunikasi di lapangan berjalan lancar karena mereka sudah saling memahami karakter permainan masing-masing. Pada semifinal Sabtu nanti, Fajar/Fikri akan menantang pasangan Taiwan, Jhe-Huei Lee dan Po-Hsuan Yang. Fikri menekankan bahwa persiapan harus maksimal dan pemulihan tidak boleh diabaikan, sebab lawan yang menunggu diyakini bakal tampil lebih keras dan lebih menuntut konsentrasi penuh.


