Profil Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden RI ke-4 yang Dikenal Tegas dan Disiplin
Nama Umar Wirahadikusumah kembali menjadi sorotan setelah kabar wafatnya sang istri, Karlinah Djaja Atmadja, pada Senin lalu. Sosok yang pernah menduduki kursi Wakil Presiden ke-4 Republik Indonesia itu memang lama dikenal sebagai figur militer dan negarawan yang disiplin, tenang, serta punya reputasi kuat dalam soal integritas.
Jejak Awal dari Situraja ke Dunia Militer
Umar Wirahadikusumah lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat, pada 10 Oktober 1924. Ia berasal dari keluarga bangsawan, namun masa kecilnya tidak sepenuhnya mudah. Setelah kehilangan ibunya saat masih kecil, Umar dibesarkan oleh neneknya, Nyi Raja Juwita, di Cicalengka. Dari lingkungan itulah ia menapaki pendidikan hingga lulus dari Europesche School pada 1942.
Perjalanan hidupnya kemudian berbelok ke dunia kemiliteran. Umar bergabung dengan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) dan selanjutnya masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dari sana, kariernya terus menanjak lewat berbagai penugasan penting, mulai dari Komandan Peleton, ajudan panglima divisi, hingga Panglima Kodam V/Djayakarta.
Karier Panjang dan Peran Penting di Masa Genting
Dalam perjalanan dinasnya, Umar ikut terlibat dalam penanganan sejumlah pemberontakan di Indonesia. Namanya juga menonjol saat penanganan Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada 1965, sebuah periode yang menjadi salah satu titik paling krusial dalam sejarah politik dan keamanan nasional.
Rekam jejak itu membuat Umar dikenal bukan hanya sebagai perwira tinggi, tetapi juga sebagai sosok yang dianggap punya ketegasan dalam mengambil keputusan. Citra tersebut terus melekat hingga ia memasuki masa purna tugas dari militer.
Dari BPK hingga Kursi Wakil Presiden
Setelah pensiun dari dunia militer, Umar Wirahadikusumah dipercaya memimpin Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari lembaga itulah namanya semakin identik dengan ketertiban, kedisiplinan, dan pengawasan yang ketat terhadap jalannya pemerintahan. Puncak kariernya datang pada 1983 saat ia diangkat menjadi Wakil Presiden RI ke-4.
Selama menjabat hingga 1988, Umar dikenal sebagai pejabat yang tegas dan jujur. Setelah masa tugasnya berakhir, jabatan Wakil Presiden kemudian diteruskan oleh Sudharmono. Di sisi keluarga, Umar menikah dengan Karlinah Djaja Atmadja pada 1957 dan dikaruniai dua anak serta enam cucu.
Umar Wirahadikusumah wafat pada 2003 setelah berjuang melawan penyakit jantung dan paru-paru. Ia dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Kini, setelah Karlinah Djaja Atmadja juga meninggal dunia, nama Umar kembali diingat sebagai bagian penting dari perjalanan panjang republik ini. Source link


