Wednesday, May 20, 2026
HomeBisnisKemenpora-FAO dorong regenerasi petani muda Indonesia

Kemenpora-FAO dorong regenerasi petani muda Indonesia

- Advertisement -
- Advertisement -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak ingin isu regenerasi petani muda berhenti di atas kertas. Bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) serta sejumlah mitra strategis, Kemenpora mendorong langkah yang lebih konkret: membawa pengalaman pelatihan dari program Petani Keren masuk ke dalam program kewirausahaan dan kepemudaan nasional.

Pelatihan Petani Keren Disiapkan untuk Skala Lebih Luas

Langkah ini menjadi penting karena program Petani Keren sebelumnya telah melatih 100 anak muda dari berbagai daerah dalam wirausaha tani dan pertanian berkelanjutan. Materi yang disusun tidak sekadar mengenalkan bertani, tetapi juga membekali peserta dengan pemetaan keanekaragaman hayati lokal, penggunaan teknologi pertanian ramah lingkungan, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

Dengan pendekatan tersebut, program ini mencoba menjawab persoalan lama di sektor pertanian Indonesia: minimnya petani muda. Data yang disebut dalam program ini menunjukkan hampir 80 persen petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara keterlibatan generasi Z masih sangat rendah, hanya 2,14 persen.

FAO Soroti Daya Tarik Pertanian bagi Anak Muda

Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menilai inisiatif ini relevan untuk membuka pandangan baru di kalangan anak muda. Menurut dia, pertanian memiliki peluang besar jika dikemas dengan cara yang lebih modern, berbasis teknologi, dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program Petani Keren sendiri diluncurkan pada 2024 melalui skema Program Kerja Sama Teknis (TCP) FAO. Pelaksanaannya didukung pemerintah Indonesia, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana sektor kepemudaan dan pertanian bisa dipertemukan dalam satu agenda yang sama.

Teknologi dan Keberlanjutan Jadi Kunci

Selain pelatihan dasar, program ini juga memperkenalkan model pertanian berbasis teknologi digital, pendekatan pertanian cerdas, serta sistem semiintensif. Tujuannya bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga ekosistem agar tetap lestari.

Di tengah tantangan regenerasi yang masih berat, integrasi modul Petani Keren ke program nasional diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan dan membuka lebih banyak pintu bagi anak muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang layak ditekuni, bukan sekadar warisan pekerjaan lama.

Jika langkah ini berlanjut konsisten, regenerasi petani muda tidak lagi sebatas jargon, melainkan bisa menjadi gerakan yang benar-benar tumbuh dari ruang pelatihan ke lahan produksi.

Berita Terkait

Berita Populer