Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memberi ruang besar bagi Kementerian Agama untuk menunjukkan bahwa urusan keagamaan tidak berhenti di mimbar dan ruang ibadah. Di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag didorong menjadikan Asta Cita sebagai kerja nyata: merawat kerukunan, memperkuat pendidikan keagamaan, dan memastikan guru agama ikut merasakan manfaat pembangunan.
Kerukunan Jadi Titik Awal
Bagi Kemenag, kerukunan antarumat beragama bukan sekadar slogan, melainkan syarat dasar agar pembangunan nasional berjalan stabil. Karena itu, berbagai langkah disiapkan untuk mencegah gesekan sejak dini. Salah satunya adalah aplikasi Si-Rukun atau Early Warning System yang dipakai untuk mendeteksi potensi konflik keagamaan lebih cepat sebelum meluas.
Kemenag juga menurunkan 500 penyuluh agama sebagai bagian dari penguatan resolusi konflik di lapangan. Di sisi lain, program Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Akminas) dan rekonstruksi pesantren eks-Jamaah Islamiyah menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ruang pendidikan tetap sehat sekaligus mendorong deradikalisasi.
Dari Madrasah hingga Masjid, Ada Dorongan Ekonomi
Peran Kemenag tidak berhenti pada isu toleransi. Lembaga ini juga ikut menggerakkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa madrasah serta santri. Langkah itu menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan keagamaan kini juga menyentuh aspek kesehatan dan pemenuhan gizi.
Melalui program Masjid Berdaya dan Berdampak (MADADA), Kemenag turut mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Skema pinjaman tanpa bunga diberikan untuk membantu UMKM, sementara takmir masjid mendapat pelatihan pengelolaan ekonomi agar rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga penggerak kemandirian warga sekitar.
Guru Agama dan Pengelolaan Dana Umat
Di sisi lain, perhatian Kemenag tertuju pada peningkatan kesejahteraan guru dan dosen agama. Tunjangan profesi bagi guru non-PNS terus ditingkatkan, sementara program Pendidikan Profesi Guru (PPG) diarahkan untuk memperkuat kualitas pengajaran. Kemenag juga menyalurkan beasiswa serta mengalokasikan dana BOP Raudlatul Athfal dan BOS Madrasah untuk mendukung mutu pembelajaran.
Untuk mendukung Asta Cita poin kedua tentang kemandirian ekonomi hijau, Kemenag mengembangkan Kampung Zakat, inkubasi wakaf produktif, dan Kota Wakaf. Bahkan, pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) tengah disiapkan agar pengelolaan zakat, wakaf, infak, dan sedekah bisa berjalan lebih profesional dan transparan.
Gerakan ekoteologi juga ikut diperkuat lewat penanaman pohon dan berbagai inisiatif berbasis lingkungan. Dalam refleksi satu tahun perjalanan Kemenag di bawah Prabowo-Gibran, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agama harus hadir dalam kebijakan publik, bukan hanya di tempat ibadah. Agama, katanya, mesti memberi arah pada kebijakan yang menyejahterakan dan menjaga martabat semua warga. Source link


