Saturday, May 16, 2026
HomeHiburanSejarah dan Aktivitas Diwali: Cerita Tersembunyi

Sejarah dan Aktivitas Diwali: Cerita Tersembunyi

- Advertisement -
- Advertisement -

Sejarah dan Aktivitas Diwali: Cerita Tersembunyi

Diwali kembali menjadi sorotan sebagai salah satu perayaan paling penting di dunia. Festival cahaya ini dirayakan setahun sekali oleh umat Hindu, Sikh, Jain, dan Buddha di berbagai negara, termasuk India, Sri Lanka, Indonesia, Singapura, Nepal, dan Malaysia. Pada 2025, Diwali jatuh pada malam Senin, 20 Oktober hingga Selasa, 21 Oktober 2025. Di banyak tempat, momen ini identik dengan cahaya lampu tanah liat, rumah yang tertata bersih, serta suasana hangat yang menyatukan keluarga dan komunitas.

Makna Diwali di Balik Cahaya

Diwali bukan sekadar pesta meriah. Perayaan ini melambangkan kemenangan atas kegelapan, yang diwujudkan lewat lampu-lampu kecil yang dinyalakan dengan indah. Di sejumlah tradisi, Diwali juga dipandang sebagai awal tahun baru. Berdasarkan kalender lunar Hindu, perayaan ini berlangsung sebelum bulan baru, di antara bulan Asvina dan Kartika. Karena akar sejarah dan keyakinannya beragam, Diwali memiliki cerita yang berbeda-beda bagi tiap umat yang merayakannya.

Versi Sejarah yang Berbeda

Bagi umat Hindu, Diwali dikaitkan dengan kemenangan para dewa, termasuk Rama dan Dewa Khrisna. Umat Jain memperingatinya sebagai hari pencapaian Nirwana oleh Dewa Mahavira. Sementara itu, umat Sikh mengenang pengampunan Guru Hargobind Singh, dan umat Buddha memperingati Kaisar Hindu Ashoka yang berpindah ke agama Buddha. Perbedaan ini justru membuat Diwali punya lapisan makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan cahaya.

Rangkaian Lima Hari yang Penuh Tradisi

Perayaan Diwali umumnya berlangsung selama lima hari. Tradisinya dimulai dari membersihkan rumah, lalu menghias ruangan dan halaman dengan lampu tanah liat serta rangoli, yaitu pola dekoratif dari pasir berwarna dan bunga. Setelah itu, umat mengunjungi kuil, berkumpul bersama keluarga, saling memberi hadiah, dan menghormati saudara kandung. Di tengah segala kemeriahannya, Diwali tetap menjaga inti perayaan: kebersamaan, penghormatan, dan harapan baru.

Dengan ragam sejarah dan cara merayakan yang berbeda, Diwali terus bertahan sebagai festival yang hidup di banyak negara dan lintas komunitas. Bagi jutaan orang, malam cahaya ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga pengingat bahwa terang selalu punya tempat untuk kembali.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer