Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memulai pembangunan Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan untuk memperkuat layanan publik, khususnya dalam sektor jasa keuangan. Seremoni peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, di Kota Medan, Sumatera Utara. Pembangunan gedung ini merupakan upaya OJK untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan mencerminkan komitmen mereka dalam memperkuat infrastruktur yang ada.
Mirza Adityaswara menyatakan bahwa gedung tersebut akan menjadi pusat koordinasi, ruang kolaborasi lintas lembaga, serta memperkuat peran OJK dalam mendukung ekosistem jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Pembangunan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 yang memberikan mandat kepada OJK untuk mengembangkan sektor jasa keuangan nasional.
Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara merupakan gedung ketujuh yang dibangun oleh OJK setelah sebelumnya ada di Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat. Direncanakan bahwa gedung ini akan dirancang dengan prinsip governance, sustainability, dan efisiensi. OJK berharap bahwa keberadaan gedung ini juga dapat menjadi pusat edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat, serta meningkatkan perlindungan konsumen dan inklusi keuangan.
Provinsi Sumatera Utara memiliki kontribusi besar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Sumatera. Data terbaru menunjukkan bahwa terdapat 107 entitas perbankan, 196 entitas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), dan 96 entitas pasar modal yang beroperasi di wilayah ini. Penyaluran kredit perbankan tercatat sebesar Rp312 triliun, dengan mayoritas kredit diberikan pada segmen korporasi, konsumsi, dan UMKM.
Dari sisi sektor usaha, sektor pengolahan, pertanian, dan perdagangan adalah yang menerima kredit terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Dengan demikian, pembangunan Gedung Kantor OJK di wilayah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan dan mendukung aktivitas ekonomi di area tersebut. Sementara Kota Medan, sebagai pusat ekonomi dan perdagangan, menyumbang hampir separuh dari total kredit perbankan di Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan pentingnya keberadaan sektor keuangan yang kuat di kota tersebut.


