Saturday, May 16, 2026
HomeBursaRekor All Time High IHSG di Pekan Ini: Level 8.394

Rekor All Time High IHSG di Pekan Ini: Level 8.394

- Advertisement -
- Advertisement -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan ini dengan catatan yang sulit diabaikan: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Pada penutupan perdagangan Jumat sore, indeks parkir di level 8.394,59, naik 2,83 persen dari posisi sebelumnya. Kenaikan itu bukan hanya menegaskan sentimen positif di pasar, tetapi juga mendorong kapitalisasi pasar saham Indonesia ikut terkerek menjadi Rp15.316 triliun.

IHSG Melesat, Aktivitas Transaksi Tetap Padat

Di tengah penguatan indeks, aktivitas perdagangan juga menunjukkan pasar yang masih sangat hidup. Frekuensi transaksi harian tercatat mencapai 2,16 juta kali, dengan volume perdagangan harian menyentuh 27,06 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi harian rata-rata berada di level Rp17,54 triliun. Data ini memperlihatkan bahwa penguatan IHSG terjadi bukan dalam kondisi sepi, melainkan didukung oleh likuiditas yang tetap kuat.

IPO Baru dan Aksi Korporasi Warnai Pekan Ini

Sepanjang pekan ini, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi menjadi perusahaan ke-24 yang melantai di BEI pada 2025. Lewat penawaran umum perdana saham itu, emiten tersebut menghimpun dana segar Rp158,40 miliar yang akan digunakan untuk membeli tiga kapal landing craft tank (LCT). Kehadiran emiten baru ini menambah panjang daftar perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Selain IPO, deretan penerbitan efek utang juga ikut memperkaya aktivitas pasar. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap III Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun. Di waktu yang sama, BEI juga mencatat Obligasi Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills senilai Rp750 miliar, Obligasi USD Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III senilai 17.172 dolar AS, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III Tahun 2025 senilai Rp750 miliar.

Antrean IPO dan Dorongan ke Emiten Besar

Di balik rekor IHSG, pasar modal domestik juga tengah menunggu gelombang emiten baru. Artikel ini mengungkap ada lima perusahaan besar yang antre untuk IPO di pasar modal RI. Di saat yang sama, BEI terus memperkuat sinergi dengan Danantara untuk mendorong BUMN besar masuk bursa melalui penawaran saham perdana. Kombinasi likuiditas yang kuat, aksi korporasi yang ramai, dan pipeline IPO yang masih terbuka membuat pasar saham Indonesia memasuki fase yang relatif dinamis.

Dengan level IHSG yang sudah menembus rekor baru, perhatian pasar kini tertuju pada seberapa jauh momentum ini bisa bertahan, terutama ketika suplai emisi baru dan minat investor sama-sama menunjukkan tanda-tanda tetap aktif.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer