Perang kelompok di wilayah utara Kota Makassar kembali menjadi pekerjaan berat bagi aparat kepolisian. Sudah dibubarkan, namun situasi kerap memanas lagi begitu petugas gabungan meninggalkan lokasi atau beristirahat. Pola semacam ini membuat penanganan di lapangan tidak pernah benar-benar selesai dalam satu kali tindakan.
Polisi Hadapi Pola Serangan yang Berulang
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengatakan pihaknya kerap berhadapan dengan perlawanan dari para pelaku perang kelompok. Menurut dia, kondisi itu membuat upaya pembubaran tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran aparat. Begitu pengawasan melemah, bentrokan bisa kembali pecah di titik yang sama atau berpindah ke area lain di sekitarnya.
Devi menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa diselesaikan hanya melalui penindakan. Keterlibatan warga menjadi kunci, terutama keluarga dan tokoh masyarakat yang berada dekat dengan lingkungan rawan konflik. Tanpa dorongan dari lingkungan terdekat, para pelaku disebut akan terus mengulang aksi serupa.
Peran Keluarga Dinilai Sangat Penting
Ia juga meminta orangtua lebih aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak ikut terseret dalam perang kelompok. Menurutnya, pencegahan dari rumah jauh lebih efektif ketimbang menunggu aparat turun tangan setelah bentrokan terjadi. Kesadaran keluarga dianggap sebagai salah satu benteng utama untuk memutus rantai kekerasan di kalangan remaja dan pemuda.
Devi menyebut, untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif di Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Tallo, dibutuhkan partisipasi semua pihak. Polisi, kata dia, bisa hadir saat kejadian, tetapi masyarakatlah yang paling tahu dan paling dekat dengan akar masalah di lingkungan masing-masing.
Tiga Pemuda Diamankan
Pada Selasa kemarin, polisi berhasil mengamankan tiga pemuda yang diduga terlibat dalam perang kelompok tersebut. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya berulang aparat untuk menekan aksi saling serang yang masih terus muncul di wilayah itu. Namun, selama dukungan warga belum solid, pola bentrokan dikhawatirkan tetap sulit diputus.
Di tengah situasi yang berulang, pesan yang mengemuka dari kepolisian cukup jelas: keamanan di Jalur Gaza Makassar tidak akan stabil jika hanya dibebankan kepada petugas. Tanpa perubahan sikap dari lingkungan sekitar, pembubaran di lapangan hanya akan menjadi jeda singkat sebelum serangan berikutnya muncul kembali.
Source link


