Saturday, May 16, 2026
HomeEkonomiCara Menghitung Uang Saku Magang Nasional Bulanan: Panduan Ekonomi

Cara Menghitung Uang Saku Magang Nasional Bulanan: Panduan Ekonomi

- Advertisement -
- Advertisement -

Uang saku peserta Magang Nasional tidak dibayarkan secara rata setiap bulan. Besarannya ditentukan dari kehadiran selama periode pemagangan, sehingga peserta yang hadir penuh akan menerima nominal sesuai ketetapan, sementara ketidakhadiran tanpa keterangan bisa langsung berpengaruh pada jumlah yang diterima. Skema ini dibuat agar pencairan lebih adil sekaligus mendorong kedisiplinan peserta selama mengikuti program.

Rumus Hitung Uang Saku Magang Nasional

Besaran uang saku bulanan dihitung dengan formula (Jumlah Hari Peserta Hadir / Jumlah Hari Pemagangan dalam satu bulan) × Besaran Uang Saku yang ditetapkan. Artinya, kehadiran menjadi faktor utama dalam menentukan nilai yang cair ke rekening peserta. Peserta memang mendapat toleransi ketidakhadiran maksimal 3 hari per bulan karena sakit atau izin tanpa potongan uang saku. Namun, jika tidak hadir tanpa keterangan, maka nominal uang saku akan dipotong mengikuti rumus kehadiran tersebut.

Alur Pencairan dari Monev hingga Bank Penyalur

Proses pembayaran tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui tahapan administrasi yang cukup ketat. Rekap dan verifikasi laporan harian peserta terlebih dahulu dilakukan lewat aplikasi Monev Maganghub. Setelah data dinyatakan valid, pencairan diajukan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Dari sana, instruksi penyaluran diteruskan ke bank-bank penyalur, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Selanjutnya, bank penyalur menyalurkan uang saku ke rekening peserta sesuai kebijakan operasional masing-masing bank.

Pesan Menaker soal Magang sebagai Pintu Masuk ke Dunia Kerja

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, juga memberikan arahan kepada peserta Orientasi Program Magang Nasional Tahun 2025 Batch II. Dalam arahannya, Menaker menekankan bahwa program magang selama enam bulan ini bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan langkah awal untuk memasuki dunia kerja. Ia menyoroti pentingnya pengalaman magang dalam memperkuat portofolio dan meningkatkan kompetensi peserta agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan mekanisme berbasis kehadiran dan alur pencairan yang terverifikasi, peserta dituntut tidak hanya aktif mengikuti program, tetapi juga disiplin dalam administrasi harian. Di sisi lain, skema ini membuat uang saku benar-benar mencerminkan keterlibatan peserta selama masa pemagangan.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer