PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah mengungkapkan bahwa modernisasi peralatan merupakan suatu keharusan strategis untuk memperkuat konektivitas logistik nasional. Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) memiliki peran yang penting dalam ekosistem Pelabuhan Tanjung Priok, dengan infrastruktur operasional yang diperkuat untuk meningkatkan daya saing. KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) baru-baru ini menggelar acara penyambutan peralatan baru dengan tema “New Equipment Inauguration: Gearing Up for Greener Future”.
Modernisasi peralatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas terminal, serta mendukung transformasi layanan menuju pengoperasian pelabuhan yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Proses pengadaan dan peremajaan alat dilakukan secara bertahap melalui perencanaan teknis yang matang dan integrasi operasional yang terukur. Manajemen TPK Koja memastikan bahwa pengadaan peralatan dilakukan setelah analisis kebutuhan operasional yang mendalam dan integrasi ke sistem operasional terminal.
Peralatan baru berupa Quay Container Crane (QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas alat, mempercepat pergerakan peti kemas, dan mengurangi kemungkinan bottleneck dalam arus logistik. Sinergi antara Pelindo dan Hutchison Ports Indonesia sangat penting dalam menjaga standar operasional kelas dunia. Peralatan baru ini sudah mulai tiba, dan akan dilengkapi dengan pengiriman kedua yang berupa QCC tambahan.
Dengan kehadiran peralatan baru yang modern dan berkapasitas besar, TPK Koja menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan layanan terminal yang inovatif, berkelanjutan, dan berfokus pada peningkatan kualitas layanan pelanggan di level nasional maupun internasional. Semua upaya ini diarahkan untuk mendukung konektivitas logistik nasional dan menjamin bahwa Pelabuhan Tanjung Priok tetap menjadi pusat kegiatan logistik yang vital.


