Dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah memerintahkan perangkat daerah terkait untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bandung. Khususnya, kenaikan harga komoditas strategis seperti cabai menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Farhan menekankan pentingnya Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta instansi terkait untuk memastikan pasokan di pasar tradisional dan modern terjaga dengan baik. Operasi pasar juga diperintahkan untuk diperkuat guna mengendalikan lonjakan harga dan mencegah spekulasi.
Menurut Farhan, stabilisasi harga pangan tidak hanya sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari perlindungan sosial terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan situasi ekonomi tetap kondusif menjelang akhir tahun.
Farhan juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif dan berada pada jalur yang tepat menjelang Desember 2025. Namun, ketimpangan sosial masih menjadi masalah yang harus ditangani secara serius. Meskipun pertumbuhan ekonomi mencatat angka yang menggembirakan, persoalan ketimpangan sosial masih tergolong tinggi sehingga menjadi fokus perbaikan kedepannya. Farhan menyampaikan bahwa meski jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, kualitas kemiskinan masih menjadi tantangan karena terdapat kelompok masyarakat yang semakin rentan.
Kondisi ketimpangan sosial tercermin dari gini ratio Kota Bandung yang masih tinggi, melebihi standar nasional. Oleh karena itu, Pemkot Bandung memprioritaskan penanganan ketimpangan sosial sebagai bagian dari upaya perbaikan lebih lanjut.


