Saturday, May 16, 2026
HomeBeritaMali vs Tunisia: Les Aigles Menang Adu Penalti dan Melaju ke Perempat...

Mali vs Tunisia: Les Aigles Menang Adu Penalti dan Melaju ke Perempat Final Piala Afrika

- Advertisement -
- Advertisement -

Mali Singkirkan Tunisia Lewat Adu Penalti, Djigui Diarra Jadi Penentu di Fez

Langkah Mali di Piala Afrika 2025 belum berhenti. Dalam duel panas babak 16 besar melawan Tunisia di Stadion Fez, Maroko, Minggu dini hari WIB, Mali memastikan tiket ke perempat final setelah menang 4-3 lewat adu penalti. Pertandingan harus diselesaikan sampai 120 menit karena skor tetap 1-1, sebelum akhirnya kiper Djigui Diarra muncul sebagai pembeda di momen paling krusial.

Laga Ketat Sejak Awal

Sejak peluit pertama, kedua tim sama-sama tampil berhati-hati namun tetap agresif saat mendapat ruang. Mali mencoba menekan dengan kekuatan fisik di lini tengah, sementara Tunisia memilih bermain disiplin dan menunggu celah untuk melancarkan serangan balik. Strategi itu membuat pertandingan berlangsung ketat dan minim kesalahan fatal dari kedua kubu.

Mali lebih dulu unggul melalui gol Kamory Doumbia, yang sempat memberi kepercayaan diri lebih besar kepada timnya. Namun Tunisia tidak tinggal diam. Elias Achouri berhasil menyamakan kedudukan dan mengubah jalannya laga kembali terbuka. Setelah itu, kedua tim saling bertahan dan berusaha mencari peluang tambahan, tetapi tidak ada gol lagi hingga waktu normal berakhir.

Penalti dan Ketegangan di Momen Penentu

Babak tambahan waktu juga tidak menghasilkan perubahan skor, sehingga nasib pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Di sinilah Mali menunjukkan ketenangan yang lebih baik. Satu per satu eksekutor mereka menjalankan tugas dengan efektif, sementara Tunisia mulai kehilangan momentum di titik paling menentukan.

Djigui Diarra kemudian menjadi sosok yang paling dikenang dari laga ini. Ia menggagalkan tendangan penalti terakhir Tunisia dan memastikan Mali menang 4-3. Intervensi sang kiper menutup pertandingan yang sejak awal sudah sarat tekanan, emosi, dan adu mental.

Mali Melaju, Tunisia Pulang Lebih Awal

Kemenangan ini tidak datang secara kebetulan. Mali disebut datang dengan persiapan mental yang matang, termasuk latihan penalti yang terbukti berguna saat laga benar-benar harus diputuskan lewat tos-tosan. Di sisi lain, Tunisia harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih cepat dari turnamen.

Pelatih Tunisia menilai sepak bola memang bisa sangat kejam, terutama ketika pertandingan berlangsung seimbang dan hasil akhirnya ditentukan oleh detail kecil. Bagi Mali, malam di Fez menjadi bukti bahwa ketenangan, disiplin, dan kesiapan menghadapi tekanan bisa membawa mereka terus melangkah di Piala Afrika 2025.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer