AS Roma harus menelan pil pahit di depan publiknya sendiri setelah kalah 2-3 dari Torino pada babak 16 besar Piala Italia 2025/2026 di Stadion Olimpiade Roma. Hasil itu bukan hanya menyakitkan karena terjadi di kandang, tetapi juga karena tim asuhan Gian Piero Gasperini kembali kehilangan kendali pada momen-momen krusial, terutama saat kebobolan dari situasi sepak pojok.
Gasperini Soroti Gol dari Sepak Pojok
Gasperini menilai kebobolan lewat skema bola mati menjadi pukulan yang sangat berat bagi Roma. Menurutnya, laga sebenarnya berlangsung ketat dan kedua tim sama-sama punya peluang untuk menguasai jalannya pertandingan. Namun, gol yang lahir dari sepak pojok membuat Roma kehilangan momentum pada saat yang paling tidak diinginkan.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Gasperini tidak menutup mata terhadap sisi positif permainan anak asuhnya. Ia mengapresiasi semangat juang para pemain, termasuk sejumlah pemain muda yang tetap berusaha tampil agresif meski tim sempat tertinggal. Bagi sang pelatih, perjuangan itu menunjukkan bahwa Roma masih memiliki fondasi yang bisa dikembangkan.
Roma Sempat Melawan, Tapi Torino Lebih Efisien
Roma mencetak gol lewat Mario Hermoso dan Antonio Arena, sementara Torino membalas melalui Che Adams serta Emirkhan Ilkhan. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dan cukup seimbang, tetapi Torino tampil lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan. Di sisi lain, Roma gagal menjaga konsentrasi di area yang seharusnya bisa diamankan lebih baik.
Kekalahan ini membuat Roma tersingkir lebih awal dari Piala Italia dan kembali menambah panjang penantian mereka untuk meraih trofi di ajang tersebut. Terakhir kali AS Roma menjuarai Piala Italia adalah pada musim 2007/2008, catatan yang kini semakin jauh dari jangkauan setelah hasil mengecewakan di Stadion Olimpiade Roma.


