Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan penemuan harta karun berupa cadangan emas di Makkah oleh perusahaan pertambangan terkemuka, Maaden. Kapasitas produksi tambang emas baru tersebut diperkirakan mencapai 250.000 ons emas per tahun dengan cadangan mencapai 7 juta ons. Meskipun demikian, Arab Saudi belum masuk dalam 20 negara produsen emas terbesar di dunia. Negara ini tengah mempersiapkan diri untuk mengalami lonjakan investasi dalam sektor pertambangan emas seiring dengan rencana untuk diversifikasi ekonomi dan mendukung transisi hijau. Rencana Arab Saudi termasuk dalam memberikan lebih dari 30 lisensi eksplorasi pertambangan kepada investor internasional, dengan sumber daya mineral belum dimanfaatkan mencakup emas, tembaga, fosfat, dan unsur logam tanah jarang. Ini menandai langkah besar bagi Arab Saudi untuk memperluas sektor tambang dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor minyak.


